Rabu, 25 Desember 2024

SI BINTANG KECIL


Malam natal ini, Yesus hadir dalam rupa anak- anak. Kenapa bayi/anak-anak? Karena sosok ini paling rapuh, polos, dan masih terus mengandalakan orang dewasa. 

Itulah harapan Tuhan atas kita, menjadi bayi/anak- anak yang bergantung pada Bapa. Bukan hanya menunjukkan kebahagiaan, tapi juga kerapuhan kita kepada DIA. Seperti anak kecil yang selalu riang gembira ketika sahabatnya/ orang tua datang atau yang langsung nangis ngadu ke mama & papanya. 

Makanya Tuhan hadir dengan sosok itu dan DIA tau kalau jadi anak kecil tidaklah mudah.

Jejak sahabat kita yang mengajarkan bahwa menjadi anak kecil di hadapan Tuhan tidak masalah, mau kamu tantrum/ngerengek/marah itu bukan hal yg IA takuti. Tuhan takut ketika kamu merasa dewasa, kamu jauh dari-NYA, akhirnya kamu terluka dan gak mau cerita sama DIA lagi.

Rasa- rasanya, seperti kehilangan sahabat / belahan jiwa/ anak kecil yang biasanya nyariin kita ehh taunya udah gak ada lagi yang nyariin. Pasti nyess kan, kalau kita manusia kadang bilang "sombong looo, gak mau cerita lagi sama gw" kalau versi Tuhan "apa anak KU, AKU mendengarkan mu" dengan senyum kerinduannya.

Tenanggg, curhat sama Tuhan ibaratnya we listen GOD Don't Judge. Dia gak akan menyalahkan dirimu tapi sebaliknya DIA memeluk dan menyayangi mu, Dia gak akan mencoreng nama mu sebaliknya Dia akan tulis jadi daftar utama, Dan Dia pastinya akan terus mencintai mu apapun itu ceritamu.

Sekarang masih ragu buat cerita sama Bapa? Atau malah kena trust issue karena setiap cirhat malah yang diminta gak diwujudkan dan malah jadi perjalanan sedih? It's Okay, tapi Tuhan lebih tau apa yang terbaik dan cocok bagi kamu dan talenta mu.

Gak mengabulkan cepat, itu artinya Tuhan juga mau melihat apakah kamu tetap jalanin relasi terus sama DIA, atau mungkin Tuhan menyiapkan jauh lebih baik dari yang kamu minta. 

Selamat merayakan kehadiran bayi Tuhan, dan dirimu apa adanya di hadapan-Nya. "Jangan lagi kau sembunyi, Lihatlah Sang Bintang Kecil telah muncul, Ikutilah bintang itu agar kamu selalu sampai kepada Sang Terang abadi yaitu Yesus Kristus."

Sabtu, 07 Desember 2024

FRUSTASI YANG CANDU


Ketika dirimu merasa pengorbanan dan cinta mu gak dianggap sebagai bentuk cinta, kamu sudah melangkah seperti kristus. Dia yang sudah menunjukkan cintanya, tetap dianggap tidak mencintai manusia.

Ternyata begitu sakit, ketika cinta itu hanya dianggap sebagai bentuk kewajiban. Label seperti "mesias memang harus mati untuk kita", padahal ketulusan dan cinta DIA begitu besar menghasilkan buah kita hidup penuh rahmat dari Allah.

Awalnya aku sakit ketika cinta dan ketulusan yg ku berikan hanya dianggap kewajiban semata, tapi aku sadar bahwa memang aku salah. Ketika ekspetasi ku hancur, kesadaranku penuh bahwa gak selamanya cinta kita dianggap cinta. 

Jadi jalanlah dengan cinta tanpa batas, lakukan tugas mu. Jika memang gak dianggap bentuk sayang dan cinta, maka lakukan itu memang sebagai kewajiban yaitu "mencintai".

Kewajiban ku adalah mencintai manusia tanpa batas dan ekspetasi, kewajiban ku adalah melakukan apa yang harus ku lakukan tanpa gerumul, dan kewajiban ku adalah sebuah kewajiban dengan kasih.

Ketika aku merenung, aku salah karena selama ini aku menjalankan kewajiban ini dengan tanpa kasih. Jadi, masih berjalan dengan harapan dan ekpetasi yang mengakibatkan luka untuk ku.

Bayangkan bila itu Sahabat kita yesus, cinta nya gak dianggap sayang dan cinta. Seberapa sakit yang dia rasakan?, mungkin dia akan menyerah ketika berdoa dan menangis ke Allah. IA akan kabur, memilih gak menjalankan kewajibannya. Tetap karena cinta tanpa batas dan ekspetasi, IA jalankan meski manusia gak melihat itu sebagai cinta.

Aku kasih judul frutasi yang candu, karena ketika sakit kepala memikirkan "memang aku layak dicintai?" "Kenapa bisa cinta aku?" Kalau kata nadine amizah "menurut mu, apa yang bisa dicinta dari diriku?" Ngomongin  cinta sungguhlah candu, tapi ketika tidak dicintai membuat frustasi jadilah kolaborasi frutasi yang mencandukan.

Berharap, kamu yang membaca bukan hanya frutasi dan candu akan cinta manusia tapi juga Tuhan. Ketika haus itu muncul, kejar dan carilah Ia.  Jangan anggap lagi cinta Tuhan itu bukan cinta, apalgi kamu sudah dianggap sahabat oleh-Nya.