Itulah harapan Tuhan atas kita, menjadi bayi/anak- anak yang bergantung pada Bapa. Bukan hanya menunjukkan kebahagiaan, tapi juga kerapuhan kita kepada DIA. Seperti anak kecil yang selalu riang gembira ketika sahabatnya/ orang tua datang atau yang langsung nangis ngadu ke mama & papanya.
Makanya Tuhan hadir dengan sosok itu dan DIA tau kalau jadi anak kecil tidaklah mudah.
Jejak sahabat kita yang mengajarkan bahwa menjadi anak kecil di hadapan Tuhan tidak masalah, mau kamu tantrum/ngerengek/marah itu bukan hal yg IA takuti. Tuhan takut ketika kamu merasa dewasa, kamu jauh dari-NYA, akhirnya kamu terluka dan gak mau cerita sama DIA lagi.
Rasa- rasanya, seperti kehilangan sahabat / belahan jiwa/ anak kecil yang biasanya nyariin kita ehh taunya udah gak ada lagi yang nyariin. Pasti nyess kan, kalau kita manusia kadang bilang "sombong looo, gak mau cerita lagi sama gw" kalau versi Tuhan "apa anak KU, AKU mendengarkan mu" dengan senyum kerinduannya.
Tenanggg, curhat sama Tuhan ibaratnya we listen GOD Don't Judge. Dia gak akan menyalahkan dirimu tapi sebaliknya DIA memeluk dan menyayangi mu, Dia gak akan mencoreng nama mu sebaliknya Dia akan tulis jadi daftar utama, Dan Dia pastinya akan terus mencintai mu apapun itu ceritamu.
Sekarang masih ragu buat cerita sama Bapa? Atau malah kena trust issue karena setiap cirhat malah yang diminta gak diwujudkan dan malah jadi perjalanan sedih? It's Okay, tapi Tuhan lebih tau apa yang terbaik dan cocok bagi kamu dan talenta mu.
Gak mengabulkan cepat, itu artinya Tuhan juga mau melihat apakah kamu tetap jalanin relasi terus sama DIA, atau mungkin Tuhan menyiapkan jauh lebih baik dari yang kamu minta.
Selamat merayakan kehadiran bayi Tuhan, dan dirimu apa adanya di hadapan-Nya. "Jangan lagi kau sembunyi, Lihatlah Sang Bintang Kecil telah muncul, Ikutilah bintang itu agar kamu selalu sampai kepada Sang Terang abadi yaitu Yesus Kristus."