Senin, 08 September 2025

MELAJU


Saat naik transportasi umum aku berfikir, detik demi detik kita lewatin. Bahkan momen yang satu ke lain, "kok terasa cepat ya" , "lama sekali aku ngantuk", atau "kapan ya sampainya". Proses melaju memang kadang terasa lama, bisa terasa cepat, bagaimana kita menikmatinya. Mungkin terasa cepat, karena kamu menikmati setiap detik momennya, pemandangannya, atau perasaannya. Lalu bagaimana jika terasa lama? Mungkin kamu bosen melewati jalan yang sama, atau tidak ada yang menarik untuk dilihat karena adanya antrian. 

Begitu pula melaju bersama Tuhan, kamu merasa di tim yang mana? Apapun itu tidak ada yang salah, karena dalam melaju bersama DIA terasa begitu lama dan inginnya buru- buru menuju yang kita inginkan (tidak sabar akan proses). Mungkin terasa seperti jalan tol yang "loh kok udah di jawab aja". 

Cepat atau lamanya, bukan menunjukkan sayang dan tidaknya Tuhan pada mu. Jika jalannya terasa lama, Tuhan mungkin ingin melihat mu berproses agar kamu siap mendapatkan yang paling terbaik buat kamu. Mungkin jalannya cepat karena memang kamu udah siap akan tanggung jawab tersebut, atau mungkin membingungkan karena Tuhan melihat kamu mengandalkan DIA atau gak setiap keputusannya. 

Saat melaju tentu ada rintangan, dan tiap orang merasakan hal yang berbeda. Hanya ada satu yang sama yaitu relasi mu dengan sang Pencipta, berjalan bersama Sang Sahabat, dan berkomunikasi dengan diri. Mungkin kamu lama memahami maksud Tuhan akan jalur yang kamu jalani saat ini, tapi akan saatnya kamu akan kagum dengan setiap tikunngan. Mungkin kamu akan rindu melalui jalan itu lagi, karena cintanya.

Setiap laju demi melaju, teruslah berusaha bersandar padanya. Kalau kamu bilang "Tuhan mana ada?" Kepekaan mu mungkin sudah tertutup dengan pohon kekuatan dirimu sendiri. 

Aku sang penulis, juga masih menerka jalur yang ku tempuh, masih menanyakan apa benar Tuhan mau aku ke sana, masih suka kabur dengan jalur kanan dan memilih kiri, dan lainnya.