Pertanyaan, bagaimana kita bisa tumbuh? Tentu seperti tanaman butuh air, kita juga memerlukan itu. Sumber air sejati yaitu cinta dan relasi dengan Tuhan harus kita dapatkan tiap hari agar tunas itu bisa tumbuh, bagaimana kita bisa tumbuh jika kita gak menotice penyiram kita untuk memberi kita air.
Sedangkan pupuk dan vitamin anti hama, tentu dengan firman dan ekaristi. Bukan sebagai hanya asupan, tapi agar kita tidak mati secara iman dan ingat dengan sang penanam kecil.
Rating yang busuk dan kering, digambarkan adalah hal- hal yg menyakiti hati Tuhan (dosa). Harus kita singkirkan dan buang, agar tunas baru siap untuk tumbuh lagi. Biarlah masa lalau dan dosa itu Tuhan bawa dan buang ke api, agar kita gak mengingat lagi.
Tanaman tentu ada fasenya, kering dan rontok atau layu. Sang penanam kecil gak memaksa kita untuk berbuah saat itu, tapi bagaimana kita mengusahakan panggilan untuk terus bertumbuh dengan "Dia". Pastinya, Tuhan yang telah menanam kita, DIA jugalah yang merawat kita dengan menyemangati dengan terus mengingatkan dan membisikan kata cinta ke kita.
Memang sang penanam kita sangatlah romantis, oleh sebab itu kita tumbuh dengan cinta luar biasa tidak mungkin merasakan sendiri nikmatnya. Harus kita sesama tanaman sering mensupport mereka mengalami kekeringan, layu, dll.
Mungkin dengan menyemangati tanaman lain, kita juga terus berusaha tumbuh. Apabila mereka merasakan manisnya sama dengan kita, itu artinya kita sudah menjalankan panggilan kita sebagai tanaman.
Perumbamaan ini memang konyol, tapi aku yang menulis ini setelah merenungkan firman Yesus sang pokok anggur langsung membayankan Dia menjadi anak kecil yang suka nanem kacang di wadah plastik dan aku biji itu yang dinanti - nanti, dilihat, disenyumin menunggu aku tumbuh serta bertunas.
Setelah bertunas, pastinya kalian tau kan seberapa girangnya anak itu dan menunjukan kepada semua orang. Kita adalah tanaman kesayangan Tuhan, tidak dibiarkan hal busuk, hama merusak kita jika memang benar - benar kita terus membangun relasi.
Kesenanganku bahwa aku jadi tanaman si penanam kecil, tentu senang dan terus berusaha bertumbuh. Walaupun lupa dengan pupuk ku (firman) dan air (relasi), tentu terus ku usahakan berada pada sumber-Nya.