Jumat, 22 November 2024

PENANAM KECIL

    Pic : menanam kacang hijau/ berita99.co

Jari- jari itu memilih bibitnya, dan itulah aku yang ditaruhnya di lahan tanah. Sang penanam yaitu Tuhan menaruh kita manusia sesuai lahan (passion) masing - masing, sang penanam kecil terus memantau dan menjaga tanamannya untuk tumbuh.

Pertanyaan, bagaimana kita bisa tumbuh? Tentu seperti tanaman butuh air, kita juga memerlukan itu. Sumber air sejati yaitu cinta dan relasi dengan Tuhan harus kita dapatkan tiap hari agar tunas itu bisa tumbuh, bagaimana kita bisa tumbuh jika kita gak menotice penyiram kita untuk memberi kita air. 

Sedangkan pupuk dan vitamin anti hama, tentu dengan firman dan ekaristi. Bukan sebagai hanya asupan, tapi agar kita tidak mati secara iman dan ingat dengan sang penanam kecil. 

Rating yang busuk dan kering, digambarkan adalah hal- hal yg menyakiti hati Tuhan (dosa). Harus kita singkirkan dan buang, agar tunas baru siap untuk tumbuh lagi. Biarlah masa lalau dan dosa itu Tuhan bawa dan buang ke api, agar kita gak mengingat lagi.

Tanaman tentu ada fasenya, kering dan rontok atau layu. Sang penanam kecil gak memaksa kita untuk berbuah saat itu, tapi bagaimana kita mengusahakan panggilan untuk terus bertumbuh dengan "Dia". Pastinya, Tuhan yang telah menanam kita, DIA jugalah yang merawat kita dengan menyemangati dengan terus mengingatkan dan membisikan kata cinta ke kita.

Memang sang penanam kita sangatlah romantis, oleh sebab itu kita tumbuh dengan cinta luar biasa tidak mungkin merasakan sendiri nikmatnya. Harus kita sesama tanaman sering mensupport mereka mengalami kekeringan, layu, dll.

Mungkin dengan menyemangati tanaman lain, kita juga terus berusaha tumbuh. Apabila mereka merasakan manisnya sama dengan kita, itu artinya kita sudah menjalankan panggilan kita sebagai tanaman. 

Perumbamaan ini memang konyol, tapi aku yang menulis ini setelah merenungkan firman Yesus sang pokok anggur langsung membayankan Dia menjadi anak kecil yang suka nanem kacang di wadah plastik dan aku biji itu yang dinanti - nanti, dilihat, disenyumin menunggu aku tumbuh serta bertunas.

Setelah bertunas, pastinya kalian tau kan seberapa girangnya anak itu dan menunjukan kepada semua orang. Kita adalah tanaman kesayangan Tuhan, tidak dibiarkan hal busuk, hama merusak kita jika memang benar - benar kita terus membangun relasi.

Kesenanganku bahwa aku jadi tanaman si penanam kecil, tentu senang dan terus berusaha bertumbuh. Walaupun lupa dengan pupuk ku (firman) dan air (relasi), tentu terus ku usahakan berada pada sumber-Nya.

Sabtu, 09 November 2024

PERSEMBAHAN DIRI


Bacaan hari ini tentang bagaimana janda miskin memberikan 3 keping uang sebagai persembahan, dan Tuhan bilang bahwa apa yang dia berikan jauh lebih besar dari yang diberikan orang kaya.

Kenapa begitu?
Perenungan hari ini bukan Tuhan melarang kita jadi kaya, tapi lebih bagaimana memberikan secara totalitas dan ikhlas. Sulit? Pastinya, apalagi aku belum ada penghasilan. Bentarrr, bukan hanya diajarkan untuk ikhlas & totalitas aja, tapi Tuhan juga mau supaya kita mempersembahkan diri kita agar bisa DIA pakai. Jika ingat akan hal ini, latar belakang sama dengan cerita santa Theresia Lisieux yang menjadikan dirinya bola untuk Tuhan pakai dan mainkan, kalau gak dipakai biarkan bolanya tidak terlihat orang lain atau diabaikan.

Begitu pula bacaan hari ini, mengajarkan untuk jangan hanya memberikan kemampuan, talenta, dan hal baik kepada Tuhan. Memberikan kelemahan plus kekurangan yang ada di diri kita, juga merupkan persembahan lebih bernilai di mata Tuhan. 

Siapa yang kadang kalau memberikan persembahan cenderung masukin aja uang ke kolekte dan udah itu selesai. Padahal momen ini yang harus kita pakai untuh menyerhkan diri dan semuanya ke Tuhan. Kita suka lupa untuk plus kan dengan diri kita, dan plus lagi minta disempurnakan dengan kurban Yesus Kristus.

Suka mikir gini gak: "aduhh gak ngasih kolkte dulu karena gak ada uang, dosa gak ya?". Eitts..., jawabanya gpp banget kok. BTW nih, Tuhan gak minta duit dan harta mu karena DIA udah kaya. 

Terus gimana dong? Simpelnya adalah kamu saat persembahan berdoa dan menyerahkan diri kamu sebagai persembahan Tuhan agar bisa digunakan, dipakai, dikembangkan untuk gereja, sesama dan membesarkan nama-NYA.

Sertakan doa saat persembahan seperti ini:

Tuhan, ini yang sudah ku berikan (jika ngasih rejeki) jika gak memberikan bisa pilih:
Tuhan, ini aku anak MU. Walaupun aku belum bisa ngasih apa- apa hari ini, aku cuman bisa mepersembahkan diri ku dan hidup ku sepenuhnya kepada KAMU. Gunakanlah aku sebebasnya, jadikan aku alat-MU untuk gereja dan sesama. Walaupin tidaklah sempurna, aku mohon sempurnakan dengan kurban Putra-MU Yesus Kristus biarlah nama-Mu semakin besar di bumi, amin.

Jadi mulai sekarang, memberikan bukan dilihat dari jumlahnya. Jangan minder dengan tidak memberikan apapun ke kotak kolkte, karena persembahan diri ke Tuhan jauh lebih besar dari pada uang dan harta yang diberikan. Apalagi sampai mengijinkan DIA memakai dan menggunakan kamu adalah suatu sukacita yang luar biasa. Apalagi sampai anak- anaknya bisa memberikan keluh kesah, beban, kesulitan, dll kepada dia dan menyatukan dengan Yesus. Jika kamu mulai membuka hati, maka tuntunan DIA atas hidup Mu sangatlah besar. 

Sahabat kita mengajak kita menapaki jalan "Pasrah" dan "memberikan semua ke Allah". Walaupun kamu khuatir habisa ini kayak apa, tapi percaya bahwa DIA akan benar-benar menjadikan kamu alat-NYA. Belum terlihat dalam hidup aku tuh, tapi percaya atau gak Tuhan pasti gak akan membiarkan kamu kehilangan DIA dan membiarkan kekurangan. 

Malah banyak berkat yang bisa kamu rasakan secara nyata sekarang, kemudian hari, atau nanti saat kamu udah gak ada di dunia. Mungkin kebalikannya, kamu gak merasakan dampak dan berkatnya, tapi orang lain bisa meraskan berkat luar biasa atas kehadiran kamu.

Senin, 04 November 2024

DIA SUNGGUH HADIR

Pic : paus up monstran

Allah menunjukan kasih ke manusia dari dulu hingga detik ini, setelah mengutus Sang Putra Yesus Kristus untuk menanggung dosa dan kerapuhan manusia. Kini Ia hadir dalam wujud Sakramen Mahakudus, memang butuh iman untuk melihat kehadirannya. 

Gimana bisa percaya? Toh itu cuman hosti yang dipindahkan ke monstran? Percayalah, karena sudah banyak kesaksian orang suci tentang dasyatnya kekuatan Sakramen Mahakudus dan Ekaristi.

Aku hanya awam di sini, merasakan sungguh- sungguh kehadiran dan kekuatan Allah yang hadir dalam Ekaristi. Bagaimana saya bisa tau itu dari Allah? Tentunya pengalaman dalam menjalankan hidup yang jauh berbeda, sebuah keputusan besar untuk lebih mencintai ekaristi membuat jauh lebih ikhlas dan bersyukur.

Pada saat Sakramen Maha Kudus itu jalan, sungguh Dia hadir menyapa mu. Berkeliling sebagai seorang raja, yang menaruh belas kasihnya. Apa yang dia harapkan Allah dari kita saat itu? Cuman satu "inilah Anak yang Aku kasihi dengarkanlah Dia" pasti familiar dengan kalimat ini, yup pembaptisan Yesus.

Allah meminta kita untuk sungguh mendengar Yesus / Roh Kudus dalam kehidupan kita sehari- hari, jadi bukan cumn kita egois maunya didengarkan tapi luangkan waktu juga untuk mendengarkan. 

Cahaya yang keluar dari Sakramen Mahakudus, menembus kepada tiap - tiap kita tanpa terkecuali. Bagaimana itu bisa terjadi? Aku sulit menjelaskan, sperti cahaya penuh berkat dan air yang siap untuk meberi berkat serta membersihkan kita.

Kok pada akhirnya kenapa aku share hal ini di blog? Karena aku gak mau cuman merasakan sendiri sukacita dan kedamaian dengan Allah. Ku harap teman pembaca juga mulai menyadari Cinta Tuhan lewat Ekaristi, seperti beato carlo acutis bilang bahwa "Ekaristi adalah Jalan Tol masuk surga". 

Aku mempripsipkan, bahwa ekaristi tidak hanya sebagai jalan tol masuk surga tapi juga kunci ketenangan, kebahagiaan, dll untuk kita di dunia. Jauhkan pemikiran seperti, ahh hostinya melempem, tengik, dll. Tapi sungguh bagimana Tubuh dan Darah itu meresap masuk menyatu dengan diri kita jadi bukan cuman jiwa kita yang terpenuhi bertemu degan Yesus tapi tubuh kita juga bersatu dengan Allah.

Aku menulis ini, jadi seketika sudah tak ada di dunia. Setidaknya, banyak teman- teman bisa merasakan juga kasih sayang sahabat yang gak pernah lupain kamu seujung rambutpun. Dia jauh lebih kenal kamu sebelum ada di dunia, bukan aku dan orang lain. Pada akhirnya teman percaya atau gak tentang dhasyatnya Ekaristi, itu balik lagi ke personal apakah sungguh Kamu hadir misa untuk merayakan syukur serta cinta Tuhan atau kewajiban semata.