Senin, 11 Agustus 2025

Se - Ti - A



Hai, sudah lama tidak buat tulisan lagi karena anugrah berkat Tuhan berikan kepada ku karena mencoba komit buat tulisan tentang DIA. Sekarang, mencoba lagi untuk setia

Di era sekarang, kata "Setia" menjadi nilai mahal, dan mungkin sulit dilakukan. Kenapa begitu? Menurut ku ada sebuah komitmen yang harus dijalankan, bukan hanya itu aja tapi juga diiringi dengan ketulusan hati dan keterbukaan akan pikiran. 

Kalau ngomong setia, saya tentu bukan ahlinya. Sebagai manusia, ada aja godaan seperti ego untuk mementingkan diri pribadi, menutup diri sehingga tidak adanya komunikasi, maupun alasan lainnya. Salah satu pribadi yang "setia" dan bisa dicontoh yaitu Yesus. Dia bukan hanya berfokus pada pengajaran dan penyebuhan, tapi keselamatan lewat penderitaan yang harus setia DIA jalanin. 

Bahkan urusan pajak, menurut banyak orang hal kecil tapi DIA tetap setia membayar. Kesetiaan Yesus, mengajari kita untuk fokus akan tugas dan tanggung jawab kita agar kita tidak menyesuhakan orang lain yang akhirnya menjadi batu sandungan. 

Bacaan 1 juga membawa kita untuk ingat kembali, mulai setia dalam hal kecil seperti membangun relasi dengan Tuhan dan sesama. Memusatkan hati serta pikiran kita kepada DIA, melakukan segala aturan. 

Jika kita belum setia kepada Tuhan yang menciptakan kita, bagaimana kita bisa setia kepada manusia lain yang nantinya Tuhan mungkin titipkan ke kamu atau yang kalian temui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar