Ternyata benar, ketika kamu melalui jalan yang tepat bukan khawatir lagi melainkan damai. Walau ku tau saat kaki ku melangkah, banyak juga tantangan yang menanti ku. Tapi ku belajar mejadi hamba yang tidak lebih besar dari Tuannya, yang belajar taat.
Belajar mengikuti waktu dan kompas Tuhan, menurunkan sisi kemanusiaan serta ego ku. Ketika aku terpesona akan kedamaian ini, rasanya tidak ingin cepat berakhir dan kunikmati proses perjalanannya. Tulisan perjalanan bersama sahabat kali ini, memang lebih banyak perasaan tentang aku sang penulis. Tapi ku berharap, teman - teman bisa mendengar Tuhan karena jalan yang dipilih untuk kalian bukanlah jalan menuju maut tapi keselamatan.
Gembala yang baik tidak akan membiarkan dombanya dimangsa dan berjalan ke dalam sarang serigala, tapi Ia akan membawa domba ke tempat yang sejuk penuh air dan makanan. Sebagai domba kita hanya perlu mengikuti tutunan suaranya lewat doa dan sesama.