Kamis, 30 April 2026

TENANG YANG DATANG


"Tuhan adalah gembalaku, dan Ia yang menuntunku di padang brrumput hijau." Salah satu kutipan ayat yang memiliki bekas dalam hidupku sampai dengan hari ini. Perjalanan spiritual ku menyerahkan waktu kepada Tuhan, ternyata membawa ku pada damai. Bukan karena terlepas dari hiruk pikuk kota dan kerjaan, tapi Tuhan sekali lagi ijinkan ku punya waktu dan momen bersama DIA.

Ternyata benar, ketika kamu melalui jalan yang tepat bukan khawatir lagi melainkan damai. Walau ku tau saat kaki ku melangkah, banyak juga tantangan yang menanti ku. Tapi ku belajar mejadi hamba yang tidak lebih besar dari Tuannya, yang belajar taat.

Belajar mengikuti waktu dan kompas Tuhan, menurunkan sisi kemanusiaan serta ego ku. Ketika aku terpesona akan kedamaian ini, rasanya tidak ingin cepat berakhir dan kunikmati proses perjalanannya. Tulisan perjalanan bersama sahabat kali ini, memang lebih banyak perasaan tentang aku sang penulis. Tapi ku berharap, teman - teman bisa mendengar Tuhan karena jalan yang dipilih untuk kalian bukanlah jalan menuju maut tapi keselamatan.

Gembala yang baik tidak akan membiarkan dombanya dimangsa dan berjalan ke dalam sarang serigala, tapi Ia akan membawa domba ke tempat yang sejuk penuh air dan makanan. Sebagai domba kita hanya perlu mengikuti tutunan suaranya lewat doa dan sesama.

Rabu, 01 April 2026

CAHAYA HIDUP


Tau kah kamu, Yesus yang hari ini masuk dalam alam kubur telah berhasil melawan maut. 

Alam kematian selalu identik dengan sesuatu hal yang seram dan menakutkan, karena sekalinya engkau masuk dalam neraka maka kamu tidak akan bisa melihat Allah yang ada di surga.

Yesus hadir, untuk memberikan kerahiman kepada kita. Agar kita memiliki kesempatan untuk bisa disucikan dan dapat melihat Allah di surga. Pengorbanan Dia di jumat agung dan alam kubur, membawa kita bisa menikmati keselamatan yang sejati. Sang Terang tak akan padam, menuntun kita di setiap jalan kehidupan kita yang kadang gelap, serta membakar setiap hati kamu dan saya.

Malam paskah ini pula, kita menjadi putih kembali dengan pembaruan janji baptis. Kita yang awal hilang ditemukan kembai lewat gereja, diperbarui lagi tugas serta pelayanan sebagai murid.

Malam paskah bukan hanya sekedar lilin paskah, janji baptis tapi juga pembaruan diri membangun relasi dengan Tuhan Yesus. Agar, Sang Cahaya dapat selalu masuk dan hadir dalam relung kegelapan hati mu.

Kristus bukan hanya hadir sebagai raja yang rendah hati bagi orang - orang di api penyucian atau alam penantian untuk Dia bawa ke surga, tapi juga hadir untuk menjemput kita yang sudah gelap tidak tau jalan, agar bangkit bersama menjadi pribadi yang baru mengikuti Sang Terang.

Semoga momen malam paskah, menjadi momen pembaruan diri kita sambil memohon Roh Kudus agar menemani perjalanan kita. Supaya kedepannya kita tetap berjalan di jalan Tuhan dan menjadi anak- anak terang.

GANDENG TANGAN


Kalau misal kamu dihadapkan dengan Tuhan yang mengulurkan tangan. Apa yang akan kamu lakukan?? Menolak? Atau menerima uluran tangan itu ?

Menerima uluran tangan bukan berarti langsung digapai begitu saja, tapi harus dengan kepercayaan penuh kamu menyerahkan segalanya kepada Dia.

Tuhan bisa berkata "Can You Follow Me?", pada kenyataannya tidak semudah itu. Apalagi untuk kita yang masih menyayangi dunia ini, segala kekayaan, cinta, harapan dan kegembiraan. Balasan apa yang kita dapat ? Hari ini Tuhan menjanjikan air yang tidak ada habisnya. Memuaskan dahaga dalam diri. 

Ketika mungkin kita suda percayakan kepada Tuhan, maka segala hal mengalir aja untuk kita. Tangki dalam diri kita pun penuh dan kita bisa membagikannya kepada sesama. 

Sumber air yang kita terima membawa kita pada rasa kedamaian, tenang, tanpa rasa khuatir (overthinking) dan nyaman. Tidak ada rasa kecurigaan, malah yang ada rasa rindu yg tidak ada habisnya.

Itulah janji Tuhan kepada nenek moyang kita dan kepada kita, dia tidak akan meninggalkan orang - orang yg menggenggam tangannya.

Namun ketika kamu mempercayakan rencana ke tangan Tuhan sepenuhnya, mungkin kamu bingung atau jalannya gak sesuai sama identitas serta versi mu. 

Ya, itulah rencana Allah. Tidak ditangkap oleh logika kita yang terbatas, bahkan sampai sekarang pun saya sebagai penulis tidak tau kemana saya akan di bawa. Kepercayaan saya penuh kepada Tuhan, karena walau sekarang back to reality dan rasanya hampa. Hal ini membuat saya yakin akan jalan apa yang Tuhan mau, agar hati saya penuh.

Saya memilih untuk selalu penuh di dalam Tuhan, karena terlalu menyiksa merasakan kehampaan ini.