Jumat, 28 Maret 2025

TANPA SYARAT


Jika ada pertanyaan cinta tanpa syarat, menurut siapa yang ada di gambaran kepala mu? Pasangan atau ibu atau sahabat yang mungkin muncul. 

Tapi taukah kamu, semua yang terbayang itu mempunyai syarat dalam mereka mencintai. Misal kita bagaimana bisa kita mencintai dia yang jadi pasangan kita kalau secara kiteria atau syarat yang kita bentuk dia penuhi. Contoh dia aku cintai tanpa syarat asalkan dia a,  b, dan c.

Seorang ibu bisa mencintai anaknya tanpa syarat, karena sejak anaknya hadir cinta itu tumbuh lebih besar, ingin menjaga dan mengorbankan nyawanya demi bisa liat anak yang dia cintai. Kalau ke anak lain apakah sama ? Tentu beda cintanya.

Kalau melihat sekilas perjalanan sang sahabat kita Yesus, dia bisa mencintai murid bahkan orang- orang yang gak dia kenal dan menghianati dia dengan tanpa syarat. Menurut mu apakah ada syarat dari dia buat memanggul salib? Tentu tidak.

Cinta dan nyawa yang dia berikan tanpa beralasan dan syarat. Dasar hanya satu, agar kamu mendapat tempat dan DIA bisa selalu ada buat kamu.

The Last Supper, film yang diangkat dari sisi para murid membawa kita melihat bagaimana Yesus sungguh mencintai para muridnya segitu besarnya sehingga gak biarin diantara mereka semua masuk dalam percobaan. 

Tapi apakah dengan kehadiran Yesus mereka akan bebas dari godaan, tentu gak. Terlihat semakin dekat dan tau tentang Yesus, godaan itu semakin dekat, kamu tetap merasa cemas, takut, khawatir, iri, dll. 

Lalu harus apa? Jawabannya kembali kepada pribadi para murid dan diri kita sendiri. Tetap mau mendengarkan suara Tuhan dengan mengingat setiap injil- injilnya, atau mendengarkan keegoisan pikiran serta pergumulan hati yang mrmbuat kita masuk dalam kegelapan.

Yesus yang mencintai kita tanpa syarat, pada akhirnya menanyakan cinta kita ke DIA. Jangan sampai TUHAN yaang telah mencintai kita tanpa syarat tapi kita mencintai DIA dengan syarat.

Kalau syarat gak terpenuhi kita pergi, mungkin Tuhan bisa melakukan itu kepada kita sahabatnya. Tapi dia memilih untuk tetap menjalankan tugas, mencintai kita, dan memaafkan kita.

Syarat hanya membatasi kita untuk melakukan tindakan dalam memberikan cinta, Syarat membuat kita memperhitungkan apa yang kita terima, Syarat menjadikan kita tidak bisa merasakan sukacita lebih, dan Syarat menjadikan kita membatasi berkat dari Tuhan.

Dengan semakin kamu mendalami kisah dan kasih Tuhan dalam hidup mu. Semakin kamu akan bisa pertanyaan "kok Tuhan masih mau mengampuni aku & menerima aku" "kok Tuhan mendengarkan doa ku" 

Itu karena dengan "Tanpa syarat" dia bisa melakukan semua pekerjaannya atas dirimu, asal sungguh lepas bebas dirimu atas kehendak-NYA.

Jumat, 14 Maret 2025

PILAH PILIH




Anak muda, ketika kita berjalan atau melakuksn sesuatu pastinya akan dipertemukan dengan yang namanya pilihan. Jika udah ada sisi ini, kamu pasti harus melalui yang namanya proses pertimbangan.

Kamu memilih A pasti kelebihan ini itu, pilih B bagus dan sempurna tapi di hati gak srek. Hal ini dialami semua manusia, memaksakan pilihan itu padahal bukan jalannya malah membuat kita berputar - putar. 

Yesus sebagai Tuhan juga mengalami fase pilihan, seperti kita. Saat dia beranjak dewasa, dia diberikan pilihan untuk melakukan mujizad atau gak padahal bukan waktunya dia. Akhirnya dia harus memilih yang keluar zona nyaman dia, dan melakukan mujizad itu. 

Kedua pilihan untuk tidur saat di perahu atau meredakan badai, Yesus kembali lagi memilih hal yang gak nyaman yaitu meredakan badai. Yesus memilih diam aja atau marah- marah di bait Allah, dia memilih untuk bersuara hal - hal yang memang gak benar meskipun dibenci.

Terakhir, Dia bsa memilih untuk kabur dan gak meangangung kuk dari Allah untuk kita tapi dia menjalankan rencana Allah hak yang gak dia suka dan keluar dari kenyamanan.

Ketika kita dikasih pilihan, dan saat berdoa malah Allah jawab gak enaknya atau bukan hal yang kita suka. Kita ditantang apakah kita mau keluar dari zona nyaman kita, dan mau menjalankan bagian rencana Allah untuk kita. Sebaliknya, apakah kita mengeluh dan mau kabur aja. 

Satu momen, aku dipilih sebagai ketua. Padaal ketua bukanlah zona nyaman ku, dari dulu aku gak mau bgt jadi ketua. Walaupun awal aku mikir, ini kan karena tiba2 dipilih sama anak- anak kyk bukan rencana Allah deh. Aku sampai mengeluhkan ke tim, kalian salah deh aku kan bukan orang yang becus, bodoh, dan gak bisa lah buat mimpin. 

Untungnya aku dikomunitas yang gak salah, banyak orang yang akhirnya bilang hal - hal mungkin gak bsa ku dapatkan di organisasi yang ku dapat. Aku mikir saat aku nulis, pilah pilih ternyata memang kita manusia hanya mau di zona nyaman, tapi ketika ditantang untuk pilihan lain rasa - rasanya merasa gak mampu dan minder. 

Seperti temen ku bilang mungkin cara Allah buat aku belajar dan proses keluar dari zona nyaman ku da gali potensi ku, aku paham bahwa memang berat harus mengendarai atau memimpin suatu acara. Mungkin memang ini buka aku, tapi jika memang jalannya entah mengapa Tuhan sudah mempersiapkan mental ku dengan baik.

Pilah pilih memang gak salah, tapi ketika pilihan itu bukan dari bagian rencana Mu. Pasrah keoada Tuhan dan berjuanglah semaksimal mungkin, orang tau ketulusan mu dan usaha mu.

Sabtu, 08 Maret 2025

CHARGER HIDUP



Bukan hanya barang elektronik aja yg butuh diisi daya, tapi juga tubuh dan roh yang Tuhan titipkan kepada kita. 

Tubuh dapat diisi dayanya dengan istirahat atau tidur, menjauhi segala aktifitas ramai yang biasa kita lakukan, dan minum vitamin serta obat jika alarm di Tubuh kita berbunyi. 

Tapi roh? Gimana caranya mengisi daya untuk ini? di acara kongres Ekaristi aku disadarkan bahwa isi daya jiwa gak perlu jauh² dan mahal. Cukup dengan diam, merenung cinta Tuhan yang ada di dalam hidup kita, serta merayakannya dalam ekaristi. 

Ekaristi bukan hanya kegiatan  berkumpul dan memecah roti yang dibuat turun menurun saja. Sehingga kata wajib untuk misa itu bukan sesuatu hal yg kita pakai lagi, tapi kata habbit dan kebiasaan yg harusnya melekat. Dengan menaruh kebiasaan baik dalam hidup kita, jauh bisa lebih mawas diri agar tidak melangkah jauh dari Tuhan. 

Berkaca dari Yesus Sang Sahabat yang mengisi daya rohaninya dengan kembali ke Allah, ditengah kesibukan pelayanannya mewartakan sana sini Dia gak lupa berdoa, berdiam diri, dan mengucap syukur.

Mungkin buat kita pelayanan gak sadar selama ini kita melayani dan memberi kok, tapi hati ini kosong, rasa - rasanya pelayanannya hambar. Inilah bentuk alarm, bahwa jiwa kita butuh di isi dayanya. Makanya gereja sungguh memfalitasi kita yang muda maupun tua dengan adanya ret-ret, rekoleksi, ziarek, dan kegiatan rohani lainnya. Pertanyaan balik lagi ke kita, mau gak kita mengisi daya ini kembali.

Jangan sampai ketika daya jiwa ini habis atau haus, kalian mencarinya ke tempat yang salah. Banyak anak muda yang kosong secara hati, mencari segudang  validasi, kepuasan duniawi, dan lainnya. 

Anak muda memang gak pernah lepas dari nongkrong, cafe, dan life music jedag jedug sampai ke konser. Temen saya yang beragama kristen selalu mengajak saya bertemu, lalu dia nanya "gimana kondisi mu?" Ku langsung tanpa babi bu cerita dan kita sharing di tengah waktu nongkrong kami. Terakhir dia bilang, "da makasih udah ngobrol, mari kita berdoa dan saling mendoakan"

Hal kecil dengan nongkrong, menjadi berkat luar biasa untuk jiwa saya. Itinya bangunlah terus habbit baik itu, karena dengan terus terhubung dengan Tuhan bukan langsung baik² aja dunia mu, bos tetap galak, kerjaan masih sulit di dapat. Tapi sekiranya, kamu sadar bahwa kamu gak sendirian.