Jumat, 14 Maret 2025

PILAH PILIH




Anak muda, ketika kita berjalan atau melakuksn sesuatu pastinya akan dipertemukan dengan yang namanya pilihan. Jika udah ada sisi ini, kamu pasti harus melalui yang namanya proses pertimbangan.

Kamu memilih A pasti kelebihan ini itu, pilih B bagus dan sempurna tapi di hati gak srek. Hal ini dialami semua manusia, memaksakan pilihan itu padahal bukan jalannya malah membuat kita berputar - putar. 

Yesus sebagai Tuhan juga mengalami fase pilihan, seperti kita. Saat dia beranjak dewasa, dia diberikan pilihan untuk melakukan mujizad atau gak padahal bukan waktunya dia. Akhirnya dia harus memilih yang keluar zona nyaman dia, dan melakukan mujizad itu. 

Kedua pilihan untuk tidur saat di perahu atau meredakan badai, Yesus kembali lagi memilih hal yang gak nyaman yaitu meredakan badai. Yesus memilih diam aja atau marah- marah di bait Allah, dia memilih untuk bersuara hal - hal yang memang gak benar meskipun dibenci.

Terakhir, Dia bsa memilih untuk kabur dan gak meangangung kuk dari Allah untuk kita tapi dia menjalankan rencana Allah hak yang gak dia suka dan keluar dari kenyamanan.

Ketika kita dikasih pilihan, dan saat berdoa malah Allah jawab gak enaknya atau bukan hal yang kita suka. Kita ditantang apakah kita mau keluar dari zona nyaman kita, dan mau menjalankan bagian rencana Allah untuk kita. Sebaliknya, apakah kita mengeluh dan mau kabur aja. 

Satu momen, aku dipilih sebagai ketua. Padaal ketua bukanlah zona nyaman ku, dari dulu aku gak mau bgt jadi ketua. Walaupun awal aku mikir, ini kan karena tiba2 dipilih sama anak- anak kyk bukan rencana Allah deh. Aku sampai mengeluhkan ke tim, kalian salah deh aku kan bukan orang yang becus, bodoh, dan gak bisa lah buat mimpin. 

Untungnya aku dikomunitas yang gak salah, banyak orang yang akhirnya bilang hal - hal mungkin gak bsa ku dapatkan di organisasi yang ku dapat. Aku mikir saat aku nulis, pilah pilih ternyata memang kita manusia hanya mau di zona nyaman, tapi ketika ditantang untuk pilihan lain rasa - rasanya merasa gak mampu dan minder. 

Seperti temen ku bilang mungkin cara Allah buat aku belajar dan proses keluar dari zona nyaman ku da gali potensi ku, aku paham bahwa memang berat harus mengendarai atau memimpin suatu acara. Mungkin memang ini buka aku, tapi jika memang jalannya entah mengapa Tuhan sudah mempersiapkan mental ku dengan baik.

Pilah pilih memang gak salah, tapi ketika pilihan itu bukan dari bagian rencana Mu. Pasrah keoada Tuhan dan berjuanglah semaksimal mungkin, orang tau ketulusan mu dan usaha mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar