Sabtu, 08 Maret 2025

CHARGER HIDUP



Bukan hanya barang elektronik aja yg butuh diisi daya, tapi juga tubuh dan roh yang Tuhan titipkan kepada kita. 

Tubuh dapat diisi dayanya dengan istirahat atau tidur, menjauhi segala aktifitas ramai yang biasa kita lakukan, dan minum vitamin serta obat jika alarm di Tubuh kita berbunyi. 

Tapi roh? Gimana caranya mengisi daya untuk ini? di acara kongres Ekaristi aku disadarkan bahwa isi daya jiwa gak perlu jauh² dan mahal. Cukup dengan diam, merenung cinta Tuhan yang ada di dalam hidup kita, serta merayakannya dalam ekaristi. 

Ekaristi bukan hanya kegiatan  berkumpul dan memecah roti yang dibuat turun menurun saja. Sehingga kata wajib untuk misa itu bukan sesuatu hal yg kita pakai lagi, tapi kata habbit dan kebiasaan yg harusnya melekat. Dengan menaruh kebiasaan baik dalam hidup kita, jauh bisa lebih mawas diri agar tidak melangkah jauh dari Tuhan. 

Berkaca dari Yesus Sang Sahabat yang mengisi daya rohaninya dengan kembali ke Allah, ditengah kesibukan pelayanannya mewartakan sana sini Dia gak lupa berdoa, berdiam diri, dan mengucap syukur.

Mungkin buat kita pelayanan gak sadar selama ini kita melayani dan memberi kok, tapi hati ini kosong, rasa - rasanya pelayanannya hambar. Inilah bentuk alarm, bahwa jiwa kita butuh di isi dayanya. Makanya gereja sungguh memfalitasi kita yang muda maupun tua dengan adanya ret-ret, rekoleksi, ziarek, dan kegiatan rohani lainnya. Pertanyaan balik lagi ke kita, mau gak kita mengisi daya ini kembali.

Jangan sampai ketika daya jiwa ini habis atau haus, kalian mencarinya ke tempat yang salah. Banyak anak muda yang kosong secara hati, mencari segudang  validasi, kepuasan duniawi, dan lainnya. 

Anak muda memang gak pernah lepas dari nongkrong, cafe, dan life music jedag jedug sampai ke konser. Temen saya yang beragama kristen selalu mengajak saya bertemu, lalu dia nanya "gimana kondisi mu?" Ku langsung tanpa babi bu cerita dan kita sharing di tengah waktu nongkrong kami. Terakhir dia bilang, "da makasih udah ngobrol, mari kita berdoa dan saling mendoakan"

Hal kecil dengan nongkrong, menjadi berkat luar biasa untuk jiwa saya. Itinya bangunlah terus habbit baik itu, karena dengan terus terhubung dengan Tuhan bukan langsung baik² aja dunia mu, bos tetap galak, kerjaan masih sulit di dapat. Tapi sekiranya, kamu sadar bahwa kamu gak sendirian.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar