Rabu, 29 Januari 2025

SEORANG DIRI


Beberapa hari lalu aku sebenarnya sudah ingin membuat tulisan, tapi belum menemukan ide dari judulnya. Setelah berulang bolak balik, akhirnya kembali ke "Seorang diri". Percaya gak, walapun Yesus dikelilingi oleh banyak orang pada akhirnya Dia berjuang sendiri. 

Makanya aku ingin banget mengangkat jejak Dia dari sisi ini. Walaupun pada masa turun ke bumi, Tuhan Yesus gak pernah ada jeda dia sendirian kecuali puasa 40 hari di padang gurun. Selebihnya? Tentu diikutin sama ke 12 murid dan orang - orang yang percaya akan mujizatnya. 

Sebagai orang yang "famous" dan "sosial", Dia terus menunjukan bagaimana gak pernah lelah menjadi garam dan terang bagi yang lain. Terus, apakah dia terima balasannya dari orang lain? Tentu tidak.

Terbukti saat penangkapan Yesus, dimanakah para murid? Yup mereka kabur, karena pemimpinnya gak ada. Walaupun saat itu petrus nyamperin, tapi dia gak mengakui Yesus. 

Yes, kita belajar bahwa orang yang deket banget sama kita dan bahkan bilang bahwa akan ada buat kita. Ada saatnya gak mau ikut campur urusan mu, gak peduli sama sakitnya kamu, dan lain sebagainya. Seperti Yesus yang harus melewati masa kesakitan, kesepian dan penderitaan seorang diri. "Seperti anak domba yang dibawa ke tempat pembantaian, dia hanya diam saat bulunya dicabut."

Merefleksikan ini aku terdegun, "mungkin ini memang momen yang menyadarkan ku, bahwa tinggal aku dan Tuhan." Seperti saat itu cuman ada Yesus dan Allah Bapa, "pasrah, diam, berserah" adalah gambaran yang walaupun sakit tapi akhirnya kau jumpai kemenangan. 

Untungnya lagi, kita hidup di era sekarang yang dimana Kristus udah menang atas maut dan memberikan penolong untuk manusia. "Kamu gak seorang diri. Walaupun yang lain pergi meninggalkan mu, ada Dia yang mau menolong mu dan jadi sahabat yang bener - bener ada di saat tersusah." Tergantung diri kita, maukah membuka diri untuk diam, pasrah, dan berserah kepada Tuhan atau memilih rasa hopless menguasai kita. 

Seorang diri bukanlah hal buruk, meski bikin sesak atau overthinking. Percayalah kuk saat ini kau bawa, tidaklah lebih berat dibanding kuk Yesus. Pastinya nih, Dia siap membatu mengontongnya. Semoga tulisan ini, bisa membangun diri mu yang terpuruk. 

Selasa, 21 Januari 2025

AKU TAU KAMU HEBAT



Kaula muda, pasti tau lagu daru band feast yang akhir- akhir ini mencuat dengan lagu nina. Lagu yang diciptakan oleh penyanyi untuk anaknya, di lagu ini memang melekat banget kisah orang tua yang berharap agar anaknya bisa tumbuh lebih baik, dan mencari panggilan hidupnya kelak. 

Sountrack ini banyak dipakai oleh anak- anak skena sekarang, walaupun banyak yang kurang related dengan lagu ini karena mungkin jauh dari orang tua atau gak punya hubungan baik dikehidupannya. Makanya kebanyakan, lagu ini sebaga bentuk self love atau afirmasi kepada diri sendiri.

Berkaca dari sisi rohani, sebenarnya lagu ini juga bisa point of view (POV) dari Sang Sahabat (Tuhan) kepada kita. Kok bisa kepikiran begitu? Karena pada dasarnya kita punya orang tua yaitu bapa (Allah). Yesus sendiri, juga bukan hanya menyebut kita teman tapi juga anak dan DIA menginjikan memanggil Allah  itu Bapa. Doa Bapa Kami, adalah salah satu bukti Yesus mengajarkan menyebut sang pencipta dengan Bapa. 

Diharapkan relasi kita dengan Tuhan, bukan lagi tuan dengan hamba melainkan anak dengan orang tua. Sehingga lagu nina bisa afirmasi Tuhan kepada kita, sebagai sisi seorang anak.

Bait reff menjadi, POV favorite aku jika dilihat jika Tuhan yang bilang seperti ini kepada kita:

Aku tahu kamu hebat
Namun, s'lamanya diriku pasti berkutat'Tuk s'lalu jauhkanmu dari dunia yang jahatIni sumpahku padamu 'tuk biarkanmu
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmuJadi lebih baik dibanding diriku'Tuk sementara kita tertawakan berbagai halYang lucu dan lara selepas-lepasnya
Saat dewasa kau 'kan mengertiKar'na kelak kau 'kan tersakitiSaat dewasa kau 'kan mengertiKar'na kelak kau 'kan tersakiti (feast - nina)

Jika kita lihat DIA percaya kita sebagai anak yang hebat, tapi selalu percayakan Yesus untuk terlibat dalam hidup mu menjauhkan dari dunia yang jahat (penuh godaan). Yesus juga membebaskan kita buat mencari panggilan hidup, walaupun dalam prosesnya kita akan tersakiti. 

Lagu ini selalu berputar dikepala ku, awalnya aku gak mengerti kok bisa kepikiran pengen masukin ke story ig dan degan background yesus membuka tangan. Seketika keinginan hati ini menulis, yup ku tuliskan apa yang Sahabat kita mau sampaikan. Cinta, kasih dan rahmat-Nya selalu ada di setiap momen jika kamu menyelaminya.

Selasa, 14 Januari 2025

HIKMAT BERISTIRAHAT

    pexels / aleksandra cvetanovic / cat sleep

Taukah kamu, bahwa Tuhan mengajarkan kita tentang istirahat loh. Pasti yang ada dipikiran kamu tertuju pada bacaan perjanjian lama dikitab kejadian dimana penciptaan dan hari 7 Allah beristirahat. Tentu ingat dong dengan kisah ini? Yup itu bukan hanya bacaan tapi juga ajakan.

Istirahat bukan hanya sekedar kegiatan dimana kita menyampingkan segala kesibukan, tapi juga dimana kita menjeda pemikiran kita yang terlaku fokus dengan duniawi untuk beralih dan menyempatkan waktu berinteraksi dengan diri sendiri, alam dan Tuhan. Percayalah bukan hanya Tuhan aja yang butuh waktu, tapi diri kamu butuh kamu yang sibuk itu. 

Tuhan mengijinkan istirahat menjadi sebagian dari kehidupan manusia, tau dari mana nih? Yesus dalam perjalanan berkilo - kilo meter berapa kali dia berhenti ke rumah orang berdosa dan pemungut cukai untuk makan, duduk dan mengitirahatkan diri? Sering bukan?

Selain itu kisah dimana yesus tertidur di kapal saat badai, atau kisah dia ingin menepi ke tempat sunyi ternyata banyak orang yg ikutin dan dia ajarin doa bapa kami. Ya itulah Tuhan, dengan ke famosan pasti ada aja halangan untuk diri sendiri.

Sama dengan kita manusia, saa isitirahat dan capek banget kita harus ngurus masalah kehidupan orang atau ini dan itu. Ya seperti Sahabat kita Yesus tetap menaggapi sesuai dengan kekuatan yang kita punya, dan sukacita serta tulus.

Itulah Makanya Tuhan mengajarkan kita bukan soal hanya istirahat, me time, dan healing tapi juga tentang bijaksana. Jangan karena kamu lagi istirhat ada orang yang teriak minta tolong, kamu hanya biarkan saja tapi jangan juga memfosir diri.

Hari sabat dimana semua istirahat, dan boleh cuman langkah dua hasta. Kok Yesus malah nyembuhin orang, ini adalah salah satu bentuk kebijaksanaan menggunakan waktu istirahat sebagai rahmat menghadirkan Allah dalam kehidupan kita. 

Tuhan juga menajarkan juga untuk gak memfosir diri, waktu Tuhan capek dia juga memilih buat tidur, makan dan minum.  Jadi, beristurahtlah dengan bijak. Gunakan waktu istirahat mu juga untuk dekat dengan Allah, seperti refleksi, baca alkitab, meditasi, ikut komunitas dan lainnya.

Jadi istirahat sebagian dari iman, apabila ketika ada yang minta bantuan tidak menolak atau menggeruntu dan gak memfosir diri berlebihan.

Jumat, 10 Januari 2025

AIR MATA KERAHIMAN



Hari ini, entah kenapa hati ini bergejolak. Ada rasa rindu atau sekedar mau cerita segala yang di hati, entah ini sangat aku gak suka.

Tiba- tiba ingin menulis salah satu kisah dari jejak Sahabat kita Yesus. Aku menangis, sambil tiba- tiba muncul dipikiran ku "apakah Tuhan juga merasa sesepi ini saat dia di taman getsemani?" Dimana harus menangung takut, cemas, khawatir, dan hal lainnya sendiri. 

Murid - murid kemana? Ya, mereka tertidur dan gak nanyain kondisi "Rabbi, are you not okay?", ternyata sesedih ini ya, ternyata sekosong itu ya dan ternyata memeras perasaan.

Tuhan mengijinkan aku merasakan nangis dan sedih lagi tanpa sebab di Januari ini, dengan memberikan dari awal sampai sekarang penuh kebahagiaan yang full di hatiku. Mungkin memang DIA mau menyenggolku dan bilang, "gak usah sok kuat dan gpp, kamu butuh AKU ya sini lahh".

Tadinya kesedihan ku gak mau ku tuang di sini, tapi kyk DIA mau aku untuk membagikan ini semua dan yup, setelah ngetik tangis ku pun berhenti, rasa sedih dan hampapun hilang. 

Kalau bisa dibilang vitamin & obat ku adalah Tuhan plus blog ku ini. Ternyata aku masih beruntung bisa meluapkan ke tulisan, sedangkan Tuhan hanya berdoa dan menyimpan sendiri.

Jejak sederhana, dari sebuah air mata menghasilkan kemenenangan untuk kita. Dari sebuah rasa hampa, sepi, sedih, kecewa, marah, dan sakit menghadirkan sukacita keabadian untuk manusia. Aku merasa bukan lagi memeluk Tuhan, tapi diriku sendiri yang berlutut di taman getsemani itu.

Pernahkan teman muda merasakan hal sama? Atau masih bingung tentang apa yang dirasa?

It's okay, semua adalah proses membuat kamu melihat lebih dekat lagi anugrah serta karunia Tuhan dalam setiap hari di hidup mu. 

"Berjaga- jagalah, temani AKU dan ikutlah berdoa bersama KU" pesan singkat dari Sang Sahabat untuk kita.




Kamis, 02 Januari 2025

HARMONISASI


Memulai tahun 2025 dengan mencoba membuka obrolan dengan emak & bapak, walaupun ngegosip tapi aku senang bisa berkumpul di ruang tamu dan bercerita didengarkan oleh emak & bapak. Hati kecil ku ini pun merasa penuh, ya awal 2025 yang aku syukuri.

Seketika aku berfikir di hari ini, apakah waktu Yesus kecil juga suka ngobrol sama Maria dan Yusuf? Karena saat dibawa ke bait Allah Yesus ketinggalan di sana, bisa - bisanya anak itu ngobrol sama pemuka agama membahas serta menjawab pertanyaan ini dan itu. 

Langsung pemikiran liar manusiawi ku muncul, pasti banyak banget yang udah Yesus ceritain tentang dirinya ke Maria dan Yusuf waktu itu, tapi mungkin dianggap candaan atau gurauan anak kecil semata. 

Yang mau ku ambil adalah, seorang Tuhan pun pasti punya hati yang penuh ketika ada orang yang mau dan hikmat mendengarkan dia ngomomh ini dan itu. Walaupun tidak paham apa yang disampaikan Sang Guru tapi mereka mencoba memahaminya. Apalagi sampai ada kisah pewira yang samperin dan dengan iman penuh memohon agar Yesus bersabda kepadanya meminta kesembuhan, dan yup Yesus memuji iman orang itu serta merasa full dan senang hatinya.

Mungkin kita menganggap kalau mendegar orang membuat capek, dan kehadiran kita biasa aja buat orang itu. Padahal, kehadiran kita dan mendegar dia bisa jadi powerfull serta memenuhi hati yang dia miliki. Kalau kamu merasa belum memberikan apa- apa kepada orang, tapi sebenarnya kehadiran mu udah sering mendengarkan mereka dengan ikhlas niscaya itu melebihi emas dan perak.

Mengobrol memang hal simpel dan gampang banget dilakukan kita sebagai manusia sosial, tapi gak semua orang bisa melakukannya apalagi dilakukan dengan tulus dan hati penuh ke orang itu. Apalagi kalau diminta ngobrol mendadak, pastinya kita bukan hanya mengorbankan waktu serta kegiatan saja yang harus kita abaikan demi orang lain melainkan diri kita sendiri.

Masih inget kata - kata sahabat ini "seorang sahabat adalah Ia yang berani merelakan nyawanya demi sahabatnya". Nyawa di sini bisa diartikan juga diri kita sepenuhnya kepada sahabat atau orang sekeliling kita, bahwa dengan kehadiran kita dan mencoba meluangkan waktu mendengarkan kita sudah menyerahkan diti kita buat orang itu. Tapi ingat, harus dilakukan tanpa adanya imbalan "entar gw traktir deh" atau "bensin gw yang ganti", dll.

Kadang momen gini malah disalahgunakan orang untuk memenuhi kebutuhan dan ego sendiri, orang yang bercerita jg harus mau mendegarkan jg orang lain. Sehingga terjadi adanya timbal balik yang memunculkan harmonisasi antar manusia dengan manusia. Makanya ada istilah memanusiakan manusia, dengan berusaha menghargai kamu sudah melakukan hal kecil dalam memanusiakan manusia. 

Perenungan 2025, menjadi bukan awal melainkan perjalanan kecil aku dalam menulis di blog tentang Sang Sahabat itu sendiri. Agar kedepannya banyak orang muda, akhirnya mau membuka diri untuk relasi dan harmonisasi seperti Yesus yang mau jalan, ngobrol, dan menolong orang lain. Bukan hanya tujuan untuk manusia saja, tetapi memenuhi injil serta hati IA dan Allah.