Jumat, 10 Januari 2025

AIR MATA KERAHIMAN



Hari ini, entah kenapa hati ini bergejolak. Ada rasa rindu atau sekedar mau cerita segala yang di hati, entah ini sangat aku gak suka.

Tiba- tiba ingin menulis salah satu kisah dari jejak Sahabat kita Yesus. Aku menangis, sambil tiba- tiba muncul dipikiran ku "apakah Tuhan juga merasa sesepi ini saat dia di taman getsemani?" Dimana harus menangung takut, cemas, khawatir, dan hal lainnya sendiri. 

Murid - murid kemana? Ya, mereka tertidur dan gak nanyain kondisi "Rabbi, are you not okay?", ternyata sesedih ini ya, ternyata sekosong itu ya dan ternyata memeras perasaan.

Tuhan mengijinkan aku merasakan nangis dan sedih lagi tanpa sebab di Januari ini, dengan memberikan dari awal sampai sekarang penuh kebahagiaan yang full di hatiku. Mungkin memang DIA mau menyenggolku dan bilang, "gak usah sok kuat dan gpp, kamu butuh AKU ya sini lahh".

Tadinya kesedihan ku gak mau ku tuang di sini, tapi kyk DIA mau aku untuk membagikan ini semua dan yup, setelah ngetik tangis ku pun berhenti, rasa sedih dan hampapun hilang. 

Kalau bisa dibilang vitamin & obat ku adalah Tuhan plus blog ku ini. Ternyata aku masih beruntung bisa meluapkan ke tulisan, sedangkan Tuhan hanya berdoa dan menyimpan sendiri.

Jejak sederhana, dari sebuah air mata menghasilkan kemenenangan untuk kita. Dari sebuah rasa hampa, sepi, sedih, kecewa, marah, dan sakit menghadirkan sukacita keabadian untuk manusia. Aku merasa bukan lagi memeluk Tuhan, tapi diriku sendiri yang berlutut di taman getsemani itu.

Pernahkan teman muda merasakan hal sama? Atau masih bingung tentang apa yang dirasa?

It's okay, semua adalah proses membuat kamu melihat lebih dekat lagi anugrah serta karunia Tuhan dalam setiap hari di hidup mu. 

"Berjaga- jagalah, temani AKU dan ikutlah berdoa bersama KU" pesan singkat dari Sang Sahabat untuk kita.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar