Kamis, 02 Januari 2025

HARMONISASI


Memulai tahun 2025 dengan mencoba membuka obrolan dengan emak & bapak, walaupun ngegosip tapi aku senang bisa berkumpul di ruang tamu dan bercerita didengarkan oleh emak & bapak. Hati kecil ku ini pun merasa penuh, ya awal 2025 yang aku syukuri.

Seketika aku berfikir di hari ini, apakah waktu Yesus kecil juga suka ngobrol sama Maria dan Yusuf? Karena saat dibawa ke bait Allah Yesus ketinggalan di sana, bisa - bisanya anak itu ngobrol sama pemuka agama membahas serta menjawab pertanyaan ini dan itu. 

Langsung pemikiran liar manusiawi ku muncul, pasti banyak banget yang udah Yesus ceritain tentang dirinya ke Maria dan Yusuf waktu itu, tapi mungkin dianggap candaan atau gurauan anak kecil semata. 

Yang mau ku ambil adalah, seorang Tuhan pun pasti punya hati yang penuh ketika ada orang yang mau dan hikmat mendengarkan dia ngomomh ini dan itu. Walaupun tidak paham apa yang disampaikan Sang Guru tapi mereka mencoba memahaminya. Apalagi sampai ada kisah pewira yang samperin dan dengan iman penuh memohon agar Yesus bersabda kepadanya meminta kesembuhan, dan yup Yesus memuji iman orang itu serta merasa full dan senang hatinya.

Mungkin kita menganggap kalau mendegar orang membuat capek, dan kehadiran kita biasa aja buat orang itu. Padahal, kehadiran kita dan mendegar dia bisa jadi powerfull serta memenuhi hati yang dia miliki. Kalau kamu merasa belum memberikan apa- apa kepada orang, tapi sebenarnya kehadiran mu udah sering mendengarkan mereka dengan ikhlas niscaya itu melebihi emas dan perak.

Mengobrol memang hal simpel dan gampang banget dilakukan kita sebagai manusia sosial, tapi gak semua orang bisa melakukannya apalagi dilakukan dengan tulus dan hati penuh ke orang itu. Apalagi kalau diminta ngobrol mendadak, pastinya kita bukan hanya mengorbankan waktu serta kegiatan saja yang harus kita abaikan demi orang lain melainkan diri kita sendiri.

Masih inget kata - kata sahabat ini "seorang sahabat adalah Ia yang berani merelakan nyawanya demi sahabatnya". Nyawa di sini bisa diartikan juga diri kita sepenuhnya kepada sahabat atau orang sekeliling kita, bahwa dengan kehadiran kita dan mencoba meluangkan waktu mendengarkan kita sudah menyerahkan diti kita buat orang itu. Tapi ingat, harus dilakukan tanpa adanya imbalan "entar gw traktir deh" atau "bensin gw yang ganti", dll.

Kadang momen gini malah disalahgunakan orang untuk memenuhi kebutuhan dan ego sendiri, orang yang bercerita jg harus mau mendegarkan jg orang lain. Sehingga terjadi adanya timbal balik yang memunculkan harmonisasi antar manusia dengan manusia. Makanya ada istilah memanusiakan manusia, dengan berusaha menghargai kamu sudah melakukan hal kecil dalam memanusiakan manusia. 

Perenungan 2025, menjadi bukan awal melainkan perjalanan kecil aku dalam menulis di blog tentang Sang Sahabat itu sendiri. Agar kedepannya banyak orang muda, akhirnya mau membuka diri untuk relasi dan harmonisasi seperti Yesus yang mau jalan, ngobrol, dan menolong orang lain. Bukan hanya tujuan untuk manusia saja, tetapi memenuhi injil serta hati IA dan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar