Senin, 29 Juni 2026

AMARAH

Picture : Pexels/ Nikita Nikitin

Kita pasti pernah marah, rasanya ketika marah semua pengen kita maki- maki dan tabok rasanya. Dada terasa menggebu - gebu, muka memanas, dan perasaan lainnya yang dirasakan.

Banyak orang bilang "jangan marah, nanti cepat tua", tapi kayaknya kata ini udah tidak mempan lagi bagi orang yang kesabarannya setipis tisu. Lalu bagaiamana sebenarnya? Apakah boleh? Atau di larang oleh Tuhan? Katanya jangan marah- marah Tuhan gak suka.

Teman - teman muda, rasa marah atau kita sebut amarah tidak disalahkan namun ada in case tidak dibenarkan. Anggaplah marah itu seperti api, yang dimana kalau terlalu lama pasti akan membesar dan membakar banyak hal yang berdampak buruk bagi sekitar. Namun api itu kadang kita perlukan, sebagai parameter atau ukuran dan membela yang suatu kebenaran.

Yesus yang turun sebagai manusia, juga merasakan namanya amarah. Saat di bait Allah dipakai sesuatu hal yang tidak baik, Ia memberantakan semua. Namun, amarah yang dikeluarkan itu baik karena Ia tidak mau manusia jatuh dalam kesalahan dan tidak mau kalau rumah Allah dipakai dengan cara yang salah. 

Marah tidak selalu buruk dan tentu kita boleh marah, namun harus ada alasan dan tujuan kenapa kamu merasakan marah. Tidak memperpanjang/ berlebihan terhadap rasa amarah. Ketika berlebihan, kedamaian tidak dirasakan oleh mu dan orang sekitar mu. Bahkan Yesus mengajarkan kita, sebagai pembawa damai bagi sesama.

Utama adalah tidak merugikan, menyakiti, bahkan mendorong ke hal tidak baik orang lain di sekitar kalian. Ketika marah itu merubah kamu, maka wajiblah kamu menanangkan diri dan berdoa kepada Tuhan.

Ketika kamu marah, haruslah kamu malah semakin menempel pada Tuhan. Makanya, marah itu menjadi paramenter atau ukuran kita, ketika terlalu menyelimuti relung hati kita maka udah menjadi alarm untuk mencari damai itu di dalam Tuhan. "Jangan biarkan amarah merebut rasa damai di hati mu masing- masing pribadi". 

Kalian juga pernah mendengar bukan, kalau sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Begitu pula dengan emosi yang kita rasakkan, boleh dirasakan namun tidak boleh berlebihan terlarut. Emosi yang berlebih, bisa digunakan si jahat untuk mebuat kita ada batasan dengan Tuhan, sesama dan diri sendiri.

Tidak sedikit kasus pembunuhan dan bunuh diri, di dasarkan karena emosi yang berlebihan seperti dendam, kekecewaan, dan lainnya. Makanya, kita juga butuh namanya komunitas atau orang- orang yang membantu kita untuk menjawab setiap emosi yang kita rasakan. Jik tidak ada, kamu bisa lari ke kapel, gereja atau goa maria untuk meluapkan emosi. 


Sabtu, 30 Mei 2026

CERMIN DIRI


Temam- teman pasti pernah bercermin, biasanya kita melihat diri kita. Tidak jarang kita suka mengatakan dalam cermin kata- kata baik seperti : "wuih ternyata cantik juga ya diri saya" "otot saya udah mulai terbentuk" "keren juga ya saya". Namun tidak jarang muncul kata - kata kekhuatiran : "kalau pakai ini bagus gak ya?" "Hmm udah rapih belum sih?" "Kalau rambutnya diginiin aneh gak ya?". Tidak memutup kemungkinan kita juga mengutarakan kata negatif : "aduh saya jelek banget hari ini" "kenapa ya hidung saya gak mancung" "ihh gelap banget".

Bagaimana Refleksinya, tergantung kita melihat diri. Bagaimana kita melihat diri, tergantung pikiran dan pengalaman akan cinta. Mengapa begitu? Kadang karena kita kurang mendapatkan cinta itu kita melihat bahwa diri kita tidak layak untuk dicintai siapapun. Padahal cinta sejati ada di dalam diri kita, mengapa begitu?

Masih kah teman - teman ingat akan bacaan kitab kejadian awal penciptaan di situ Allah berkata "Aku menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Ku" yang berarti ketika kita bercermin dan melihat diri kita itu berarti kita juga melihat Allah. 

Dan Allah adalah sumber cinta dan kasih yang tidak ada habisnya, kalau kita mendalami kisah di injil dimana Yesus bertemu perempuan di sumur dan dia bertanya "dimanakah aku mendapkan air yang tidak akan habis itu" dan Yesus menjawab "Akulah sumber air yang kamu cari itu".

Ketika banyak orang yang menilai kamu tidak rupawan, menilai kamu tidak sempurna dan menilai kamu tidak layak untuk dicintai. Bercerminlah, dan lihatlah! Di diri mu lah cinta itu ada disitulah kamu layak disayangi yaitu oleh dirimu dan Allah. 

"Tapi aku kan mau dicintai juga sama oranh lain" "ku juga butuh cinta itu". Sebagai manusia, pasti rasa kesepian itu tidak enak. Namun, kamu bertemu orang pasti memberikan seluruh cinta mu dan dirimu untuk dia. Tapi, tangki dan air di dirimu kosong, bagaimana sesama mu mendapatkan air jika kmu sendiri tidak punya air itu. 

Maka, isilah dulu dirimu dengan air sampai sepenuh - penuhnya. Tutuplah lubang- lubang di bejana mu, agar air itu kesimpan dengan baik. Ketika kamu menemukan orang, maka kamu bisa memberikan air. Jika air mu sekarat, maka isilah kembali dengan firman dan ekaristi, serta Yesus itu sendiri.

Cermin bukan lagi hanya gambaran diri, tapi bentuk cinta Allah yang yang sempurna atas dirimu. Meski kamu gak yakin orang tua mu menginginkan mu, tapi percayalah Allah Sang Pencinpta menginginkan diri Mu ada untuk membagika air kepada sesama.

Kamis, 30 April 2026

TENANG YANG DATANG


"Tuhan adalah gembalaku, dan Ia yang menuntunku di padang brrumput hijau." Salah satu kutipan ayat yang memiliki bekas dalam hidupku sampai dengan hari ini. Perjalanan spiritual ku menyerahkan waktu kepada Tuhan, ternyata membawa ku pada damai. Bukan karena terlepas dari hiruk pikuk kota dan kerjaan, tapi Tuhan sekali lagi ijinkan ku punya waktu dan momen bersama DIA.

Ternyata benar, ketika kamu melalui jalan yang tepat bukan khawatir lagi melainkan damai. Walau ku tau saat kaki ku melangkah, banyak juga tantangan yang menanti ku. Tapi ku belajar mejadi hamba yang tidak lebih besar dari Tuannya, yang belajar taat.

Belajar mengikuti waktu dan kompas Tuhan, menurunkan sisi kemanusiaan serta ego ku. Ketika aku terpesona akan kedamaian ini, rasanya tidak ingin cepat berakhir dan kunikmati proses perjalanannya. Tulisan perjalanan bersama sahabat kali ini, memang lebih banyak perasaan tentang aku sang penulis. Tapi ku berharap, teman - teman bisa mendengar Tuhan karena jalan yang dipilih untuk kalian bukanlah jalan menuju maut tapi keselamatan.

Gembala yang baik tidak akan membiarkan dombanya dimangsa dan berjalan ke dalam sarang serigala, tapi Ia akan membawa domba ke tempat yang sejuk penuh air dan makanan. Sebagai domba kita hanya perlu mengikuti tutunan suaranya lewat doa dan sesama.

Rabu, 01 April 2026

CAHAYA HIDUP


Tau kah kamu, Yesus yang hari ini masuk dalam alam kubur telah berhasil melawan maut. 

Alam kematian selalu identik dengan sesuatu hal yang seram dan menakutkan, karena sekalinya engkau masuk dalam neraka maka kamu tidak akan bisa melihat Allah yang ada di surga.

Yesus hadir, untuk memberikan kerahiman kepada kita. Agar kita memiliki kesempatan untuk bisa disucikan dan dapat melihat Allah di surga. Pengorbanan Dia di jumat agung dan alam kubur, membawa kita bisa menikmati keselamatan yang sejati. Sang Terang tak akan padam, menuntun kita di setiap jalan kehidupan kita yang kadang gelap, serta membakar setiap hati kamu dan saya.

Malam paskah ini pula, kita menjadi putih kembali dengan pembaruan janji baptis. Kita yang awal hilang ditemukan kembai lewat gereja, diperbarui lagi tugas serta pelayanan sebagai murid.

Malam paskah bukan hanya sekedar lilin paskah, janji baptis tapi juga pembaruan diri membangun relasi dengan Tuhan Yesus. Agar, Sang Cahaya dapat selalu masuk dan hadir dalam relung kegelapan hati mu.

Kristus bukan hanya hadir sebagai raja yang rendah hati bagi orang - orang di api penyucian atau alam penantian untuk Dia bawa ke surga, tapi juga hadir untuk menjemput kita yang sudah gelap tidak tau jalan, agar bangkit bersama menjadi pribadi yang baru mengikuti Sang Terang.

Semoga momen malam paskah, menjadi momen pembaruan diri kita sambil memohon Roh Kudus agar menemani perjalanan kita. Supaya kedepannya kita tetap berjalan di jalan Tuhan dan menjadi anak- anak terang.

GANDENG TANGAN


Kalau misal kamu dihadapkan dengan Tuhan yang mengulurkan tangan. Apa yang akan kamu lakukan?? Menolak? Atau menerima uluran tangan itu ?

Menerima uluran tangan bukan berarti langsung digapai begitu saja, tapi harus dengan kepercayaan penuh kamu menyerahkan segalanya kepada Dia.

Tuhan bisa berkata "Can You Follow Me?", pada kenyataannya tidak semudah itu. Apalagi untuk kita yang masih menyayangi dunia ini, segala kekayaan, cinta, harapan dan kegembiraan. Balasan apa yang kita dapat ? Hari ini Tuhan menjanjikan air yang tidak ada habisnya. Memuaskan dahaga dalam diri. 

Ketika mungkin kita suda percayakan kepada Tuhan, maka segala hal mengalir aja untuk kita. Tangki dalam diri kita pun penuh dan kita bisa membagikannya kepada sesama. 

Sumber air yang kita terima membawa kita pada rasa kedamaian, tenang, tanpa rasa khuatir (overthinking) dan nyaman. Tidak ada rasa kecurigaan, malah yang ada rasa rindu yg tidak ada habisnya.

Itulah janji Tuhan kepada nenek moyang kita dan kepada kita, dia tidak akan meninggalkan orang - orang yg menggenggam tangannya.

Namun ketika kamu mempercayakan rencana ke tangan Tuhan sepenuhnya, mungkin kamu bingung atau jalannya gak sesuai sama identitas serta versi mu. 

Ya, itulah rencana Allah. Tidak ditangkap oleh logika kita yang terbatas, bahkan sampai sekarang pun saya sebagai penulis tidak tau kemana saya akan di bawa. Kepercayaan saya penuh kepada Tuhan, karena walau sekarang back to reality dan rasanya hampa. Hal ini membuat saya yakin akan jalan apa yang Tuhan mau, agar hati saya penuh.

Saya memilih untuk selalu penuh di dalam Tuhan, karena terlalu menyiksa merasakan kehampaan ini.

Jumat, 14 November 2025

MENDENGAR DAN MENYAPA

    (Visual by : Herald Malaysia Online)

(14/11/25) - sepanjang jalan hari ini saya kepikiran dengan cerita pertemuan Maria dan Elisabeth. Saat dimana Maria mengunjungi Elisabet yang merupakan saudaranya, sedang hamil tua (8-9 bulan). Bukan hanya datang untuk menjenguk saja, tapi Maria ingin memberikan kabar bahagia bahwa dia juga tengah hamil ke Elisabeth. Cerita ini sebenarnya banyak sekali sudut pandang yang bisa diambil, pertama soal "mendengar" dimana kita memposisikan sebagai Yohanes Pembaptis yang waktu itu masih di perut ibunya mendegarkan salam dari Maria. 

"Anak di dalam kandung ku Menlonjak kegirangan" salah satu respon feedback yang bisa dirasakan oleh Elisabeth lewat anaknya yang bersukacita karena mendegar Tuhan. Tentu penting sebagai orang muda kita juga mau menyisikan waktu 5 -10 menit diam untuk mendengarkan Tuhan, Jangan berfikir Tuhan langsung jawab "ya anak", pasti kalai seperti itu yang ada langsung kabur kita. Kehadiran Tuhan sebenarnya sederhana bisa dalam bentuk kepekaan rasa tenang, damai, ringan, sedih, sukacita dan hal yang mungkin momen itu kita butuhkan. 

Mendegarkan Tuhan juga berarti belajar mendegarkan orang lain, karena kadang dari cerita dan masukkan nihhh... kita juga sama - sama belajar, bertumbuh secara iman, kuat, dan makin sabar. Tapi gak mesti kita ambil 100% apa yang diterima, karena tetap sesuai dengan visi misi mu. 

Poin ini berkesinambungan dengan yang kedua  "menyapa". Seperti bayi Tuhan yang lewat perantara ibunya menyapa Elisabeth dan bayi Yohanes Pembaptis dengan bersukacita, dari sini kita diajarkan Tuhan untuk belajar menyapa saudara terdekat sampai orang asing dengan tentunya membawa kabar sukacita. Sebuah sapaan kecil saja seperti anggukan atau senyuman atau lainnya yang kita berikan bisa saja menjadi hal baik atau moment yang paling dikenang oleh orang lain.

Step sebelum kamu mendengar, pasti kmu harus menyapa mereka dengan "hai", "bagaimana kabar", "semoga terkabul ya", dan lainnya. "Salam hai engkau", adalah hal sederhana tapi membawa makna dalam buat Elisabeth. Mungkin kita menganggap apa yang kita lakukan merupakan hal remeh, tapi mungkin tidak buat orang lain. 

Karena sukacita sejati adalah, tidak kita rasakkan sendiri tapi bagaimana bisa kita bagikan kepada sesama, dari Maria dan Elisabet kita belajar bahwa relasi yang sehat adalah dimana dua orang saling meneguhkan serta menguatkan satu sama lain. Perjalanan yang dialami kedua wanita ini saat itu dan kedepannya mungkin sangat berat, tapi karena adanya dukungan sehingga membentuk hubungan yang bukan cuman sebagai saudara saja tetapi "teman seperjalanan iman".

Semoga Teman oranh muda katolik, ataupun siapapun yang membaca ini. Menemukan makna yang lain dari cerita ini, serta bisa dibagikan. Membawa kabar kebahagiaan tidak membuat kita menjadi miskin atau merugi, melainkan kita menjadi kaya akan iman dan pengharapan karena kita belajar merenungkan cinta Tuhan yang bisa ditemukan dari hal terkecil sekalipun dalam hidup. (Dids)


Sabtu, 18 Oktober 2025

JALUR SUNYI


Jakarta (16/10/25) - Saat itu saya berziarah bersama anak - anak tempat saya bekerja, karena menunggu waktu yang lama akhirnya kami memilih untuk berdoa di goa maria. Saya yang melipir ke pinggir saat itu melihat kucing yang berdiam sendiri, lalu saya mengabadikan momen itu.

Saat melihat kembali foto ini, saya berfikir itu kucing kok damai sekali, meneduhkan diri di bawah pohon sambil memejam kan mata. Rasa damai & adem jg saya rasakan saat melihat kucing itu sekali lagi. Saya berfikir saat ini, para murid dalam perjalannya kan suka melihat Yesus ya, walaupun Yesus juga suka memilih jalan doa sepi sendiri tanpa para murid.

Saya membayangkan seberapa adem dan damainnya ya para murid yg bisa melihat Yesus Sang pembawa damai, harapan dan sukacita. Harusnya selalu hatinya full terisi akan damai, harapan dan sukacita ya.

Lalu bagaimana dengan kita yang cuman bisa mendengar? Eitsss kalian salah. Kamu dan saya, juga masih bisa melihat damai, harapan dan sukacita itu dalam ekaristi suci yaitu Tubuh serta darah Yesus. Asal dengan syarat, kalian sungguh - sungguh menghayati dari awal sampai akhir.

Tanpa harus melihat, seperti kucing itu yg memilih jalan sunyi memejamkan mata dan merasakan hilir angin. Begitu pula kita yg diajak untuk berdiam diri, merefleksikan sukacita, harapan dan damai itu dalam tata perayaan ekaristi.

Memang sulit, apalagi untuk orang yg selalu pikiran dan otaknya terlalu ramai. Atau untuk orang yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Ya, hal ini memang susah. Perlu dilatih terus menerus, dengan minta bantuan oleh Tuhan.

Jika kamu memang mau merasakan, maka datanglah dan mimtahlah kepekaan hati dan iman. Hakekatnya daging yang lemah, tapi lewat hati dan iman kamu menjadi teguh serta disanggupkan.

Yesus sang damai, sukacita dan harapan aja juga memilih jalur sepi untuk menajamkan lagi visi misi serta tugasnya di bumi. Coba beliau tidak melakukan dan bukan Allah, pasti udah ngamuk dan lelah duluan menghadapi orang- orang yg nanya mulu, mencobai mulu, emosian mulu, dll. 

Hahaha, sedikit menggelitik ya. Sebagai sahabat beliau ini mengajarkan seberapa penting untuk melihat lebih dalam Karya Allah dalam diri kalian. Lewat? Ya ekaristi itu, jika lebih dalam lagi lewat komunikasi romantis anda dengan Tuhan di kapel.  Ya tulisan ini terus mengulang - ngulang bahasanya moon maap, karena saya sangat senang menunjukan apa yg saya rasakan secara langsung dengan Tuhan dalam kehidupan saya lewat Tulisan.

Senin, 08 September 2025

MELAJU


Saat naik transportasi umum aku berfikir, detik demi detik kita lewatin. Bahkan momen yang satu ke lain, "kok terasa cepat ya" , "lama sekali aku ngantuk", atau "kapan ya sampainya". Proses melaju memang kadang terasa lama, bisa terasa cepat, bagaimana kita menikmatinya. Mungkin terasa cepat, karena kamu menikmati setiap detik momennya, pemandangannya, atau perasaannya. Lalu bagaimana jika terasa lama? Mungkin kamu bosen melewati jalan yang sama, atau tidak ada yang menarik untuk dilihat karena adanya antrian. 

Begitu pula melaju bersama Tuhan, kamu merasa di tim yang mana? Apapun itu tidak ada yang salah, karena dalam melaju bersama DIA terasa begitu lama dan inginnya buru- buru menuju yang kita inginkan (tidak sabar akan proses). Mungkin terasa seperti jalan tol yang "loh kok udah di jawab aja". 

Cepat atau lamanya, bukan menunjukkan sayang dan tidaknya Tuhan pada mu. Jika jalannya terasa lama, Tuhan mungkin ingin melihat mu berproses agar kamu siap mendapatkan yang paling terbaik buat kamu. Mungkin jalannya cepat karena memang kamu udah siap akan tanggung jawab tersebut, atau mungkin membingungkan karena Tuhan melihat kamu mengandalkan DIA atau gak setiap keputusannya. 

Saat melaju tentu ada rintangan, dan tiap orang merasakan hal yang berbeda. Hanya ada satu yang sama yaitu relasi mu dengan sang Pencipta, berjalan bersama Sang Sahabat, dan berkomunikasi dengan diri. Mungkin kamu lama memahami maksud Tuhan akan jalur yang kamu jalani saat ini, tapi akan saatnya kamu akan kagum dengan setiap tikunngan. Mungkin kamu akan rindu melalui jalan itu lagi, karena cintanya.

Setiap laju demi melaju, teruslah berusaha bersandar padanya. Kalau kamu bilang "Tuhan mana ada?" Kepekaan mu mungkin sudah tertutup dengan pohon kekuatan dirimu sendiri. 

Aku sang penulis, juga masih menerka jalur yang ku tempuh, masih menanyakan apa benar Tuhan mau aku ke sana, masih suka kabur dengan jalur kanan dan memilih kiri, dan lainnya. 


Senin, 11 Agustus 2025

Se - Ti - A



Hai, sudah lama tidak buat tulisan lagi karena anugrah berkat Tuhan berikan kepada ku karena mencoba komit buat tulisan tentang DIA. Sekarang, mencoba lagi untuk setia

Di era sekarang, kata "Setia" menjadi nilai mahal, dan mungkin sulit dilakukan. Kenapa begitu? Menurut ku ada sebuah komitmen yang harus dijalankan, bukan hanya itu aja tapi juga diiringi dengan ketulusan hati dan keterbukaan akan pikiran. 

Kalau ngomong setia, saya tentu bukan ahlinya. Sebagai manusia, ada aja godaan seperti ego untuk mementingkan diri pribadi, menutup diri sehingga tidak adanya komunikasi, maupun alasan lainnya. Salah satu pribadi yang "setia" dan bisa dicontoh yaitu Yesus. Dia bukan hanya berfokus pada pengajaran dan penyebuhan, tapi keselamatan lewat penderitaan yang harus setia DIA jalanin. 

Bahkan urusan pajak, menurut banyak orang hal kecil tapi DIA tetap setia membayar. Kesetiaan Yesus, mengajari kita untuk fokus akan tugas dan tanggung jawab kita agar kita tidak menyesuhakan orang lain yang akhirnya menjadi batu sandungan. 

Bacaan 1 juga membawa kita untuk ingat kembali, mulai setia dalam hal kecil seperti membangun relasi dengan Tuhan dan sesama. Memusatkan hati serta pikiran kita kepada DIA, melakukan segala aturan. 

Jika kita belum setia kepada Tuhan yang menciptakan kita, bagaimana kita bisa setia kepada manusia lain yang nantinya Tuhan mungkin titipkan ke kamu atau yang kalian temui.

Sabtu, 05 April 2025

TIDAK TERLIHAT


Mulai ditutupnya patung - patung dengan kain berawarna ungu, menggambarkan bagaimana dosa menutup kita untuk melihat gambaran Allah melalui Yesus dan orang - orang kudus.

Namun ketika kamu mengakui segala kesalahan, itu artinya kamu telah mengijinkan membuka kain merah yang menghalangi selama ini. Sehingga kamu membuka kain itu, dimana kasih dan kerahiman Allah bisa kamu lihat dan rasakan melalui Yesus.

Waktu kecil aku berfikir, kok patung Yesus ditutup? Mungkin karena memang Yesusnya masih jalan mewartakan dan belum disalib makanya ditutup. Ketika dewasa dan mendalami ayat serta dia dalam perjalanan hidupnya, bahwa makna kehadiran dia bukan hanya menebarkan tentang kasih saja tapi juga kesadaran penuh bahwa kita butuh Allah maka DIA membuka peluang pertobatan sejati sekali untuk selamanya.

Yesus juga selalu mengajarkan kita untuk membuka diri kepada Allah, walaupun seberat apapun yang kita lalui pastinya Allah tidak menutup mata. Di akhir hidupnya dia pun menanyakan "ya Allah, menapa Engkau meninggalkan Aku". Di sini Yesus juga menunjukan sisi lemahnya manusia yang memananyakan Allah, bukan hal salah.

Jadi, disaat masa sakramen pertobatan ini pakailah waktu untuk menunjukan sisi kamu apa adanya. Jujurlah kepada Allah, Maka kebahagiaannya bukan terjadi di gereja tapi juga dari Surga.

"Sebab anak ku yang telah hilang kini kembali lagi, sebba dia yang telah mati kini hidup kembali"


Rabu, 02 April 2025

JUAL


Kenapa yudas menjual yesus? Pada dasarnya Yudas tidak berniat menukar Yesus dengan sebuah uang. Walaupun ia sangat suka dengan harta, tapi yang paling utama Yudas memberikan gurunya karena rasa ketakutannya.

Rasa takut sering sekali kita hadapi, membuat kita gak sadar bahwa hal ini bisa menkoyakan iman. Hal ini bukan hanya terjadi pada Yudas tapi juga kepada Yesus saat ia di taman getsemani. Tapi bedanya, Yesus menyerahkan kembali segala ketakutan yang ia hadapi kepada Allah. Sedangkan Yudas bergumul sendiri, pada akhirnya keputusan ia ambil atas pemikiran dan perasaaan yang salah.

Aku dan teman muda juga pasti merasa takut, kecendrungan kita adalah overthinking atau bergumul dengan pikiran kita. Membuat kita lupa untuk menyerahkan diri kepada Allah seperti Yesus. Kebanyakan kita juga condong seperti Yudas yang menjual Yesus dengan mengikuti keegoisan kita.

Menjual Yesus bukan berarti menjual agama dengan mengikuti agama lain, menurut ku ini konteksnya udah berbeda. Arti kata menjual adalah supaya kita mendapat kepuasan atau kesenangan pribadi. 

Misal Tuhan meminta minta untuk berdoa, atau melalui jalan yang kita gak suka. Tapi malah kita memilih untuk clubing, atau hal²  yang sifatnya menyenangkan pribadi.

Bukan berarti healing dan istirahat itu gak perlu ya, tapi dalam istirahat dan kesenangan yang kita lalui jangan lupa untuk selalu menyertakan dan mengingat dia. Serta belas kasih kepada yang gak berkekurangan, dan setidaknya bersyukur.

Makanya saat terakhir Yudas tetap menyimpan uang itu sendiri untuk dirinya dan tidak membagikan kepada yang miskin atau yang lainnya. Akhirnya ia tetap menyimpan rasa bersalah itu sendirian, makanya ia akhirnya gantung diri.

Sedangkan petrus walaupun dia juga menjual Tuhan dengan tidak mengakui gurunya. Tapi dia tidak menyimpan sendiri, ia mengungkapkan itu kepada Allah dan mengingat Yesus.

Menjual Tuhan memang udah jadi bagian manusia, ketika kita melakukan apakah Tuhan marah, tentu. Tapi dia selalu memaafkan kita, dengan menjual kita harus menyerahkan kembali kepada Allah atas kebahagiaan kita yang mungkin itu salah. Biar Allah ubah, menjadi berkat untuk kita kedepannya.

Jumat, 28 Maret 2025

TANPA SYARAT


Jika ada pertanyaan cinta tanpa syarat, menurut siapa yang ada di gambaran kepala mu? Pasangan atau ibu atau sahabat yang mungkin muncul. 

Tapi taukah kamu, semua yang terbayang itu mempunyai syarat dalam mereka mencintai. Misal kita bagaimana bisa kita mencintai dia yang jadi pasangan kita kalau secara kiteria atau syarat yang kita bentuk dia penuhi. Contoh dia aku cintai tanpa syarat asalkan dia a,  b, dan c.

Seorang ibu bisa mencintai anaknya tanpa syarat, karena sejak anaknya hadir cinta itu tumbuh lebih besar, ingin menjaga dan mengorbankan nyawanya demi bisa liat anak yang dia cintai. Kalau ke anak lain apakah sama ? Tentu beda cintanya.

Kalau melihat sekilas perjalanan sang sahabat kita Yesus, dia bisa mencintai murid bahkan orang- orang yang gak dia kenal dan menghianati dia dengan tanpa syarat. Menurut mu apakah ada syarat dari dia buat memanggul salib? Tentu tidak.

Cinta dan nyawa yang dia berikan tanpa beralasan dan syarat. Dasar hanya satu, agar kamu mendapat tempat dan DIA bisa selalu ada buat kamu.

The Last Supper, film yang diangkat dari sisi para murid membawa kita melihat bagaimana Yesus sungguh mencintai para muridnya segitu besarnya sehingga gak biarin diantara mereka semua masuk dalam percobaan. 

Tapi apakah dengan kehadiran Yesus mereka akan bebas dari godaan, tentu gak. Terlihat semakin dekat dan tau tentang Yesus, godaan itu semakin dekat, kamu tetap merasa cemas, takut, khawatir, iri, dll. 

Lalu harus apa? Jawabannya kembali kepada pribadi para murid dan diri kita sendiri. Tetap mau mendengarkan suara Tuhan dengan mengingat setiap injil- injilnya, atau mendengarkan keegoisan pikiran serta pergumulan hati yang mrmbuat kita masuk dalam kegelapan.

Yesus yang mencintai kita tanpa syarat, pada akhirnya menanyakan cinta kita ke DIA. Jangan sampai TUHAN yaang telah mencintai kita tanpa syarat tapi kita mencintai DIA dengan syarat.

Kalau syarat gak terpenuhi kita pergi, mungkin Tuhan bisa melakukan itu kepada kita sahabatnya. Tapi dia memilih untuk tetap menjalankan tugas, mencintai kita, dan memaafkan kita.

Syarat hanya membatasi kita untuk melakukan tindakan dalam memberikan cinta, Syarat membuat kita memperhitungkan apa yang kita terima, Syarat menjadikan kita tidak bisa merasakan sukacita lebih, dan Syarat menjadikan kita membatasi berkat dari Tuhan.

Dengan semakin kamu mendalami kisah dan kasih Tuhan dalam hidup mu. Semakin kamu akan bisa pertanyaan "kok Tuhan masih mau mengampuni aku & menerima aku" "kok Tuhan mendengarkan doa ku" 

Itu karena dengan "Tanpa syarat" dia bisa melakukan semua pekerjaannya atas dirimu, asal sungguh lepas bebas dirimu atas kehendak-NYA.

Jumat, 14 Maret 2025

PILAH PILIH




Anak muda, ketika kita berjalan atau melakuksn sesuatu pastinya akan dipertemukan dengan yang namanya pilihan. Jika udah ada sisi ini, kamu pasti harus melalui yang namanya proses pertimbangan.

Kamu memilih A pasti kelebihan ini itu, pilih B bagus dan sempurna tapi di hati gak srek. Hal ini dialami semua manusia, memaksakan pilihan itu padahal bukan jalannya malah membuat kita berputar - putar. 

Yesus sebagai Tuhan juga mengalami fase pilihan, seperti kita. Saat dia beranjak dewasa, dia diberikan pilihan untuk melakukan mujizad atau gak padahal bukan waktunya dia. Akhirnya dia harus memilih yang keluar zona nyaman dia, dan melakukan mujizad itu. 

Kedua pilihan untuk tidur saat di perahu atau meredakan badai, Yesus kembali lagi memilih hal yang gak nyaman yaitu meredakan badai. Yesus memilih diam aja atau marah- marah di bait Allah, dia memilih untuk bersuara hal - hal yang memang gak benar meskipun dibenci.

Terakhir, Dia bsa memilih untuk kabur dan gak meangangung kuk dari Allah untuk kita tapi dia menjalankan rencana Allah hak yang gak dia suka dan keluar dari kenyamanan.

Ketika kita dikasih pilihan, dan saat berdoa malah Allah jawab gak enaknya atau bukan hal yang kita suka. Kita ditantang apakah kita mau keluar dari zona nyaman kita, dan mau menjalankan bagian rencana Allah untuk kita. Sebaliknya, apakah kita mengeluh dan mau kabur aja. 

Satu momen, aku dipilih sebagai ketua. Padaal ketua bukanlah zona nyaman ku, dari dulu aku gak mau bgt jadi ketua. Walaupun awal aku mikir, ini kan karena tiba2 dipilih sama anak- anak kyk bukan rencana Allah deh. Aku sampai mengeluhkan ke tim, kalian salah deh aku kan bukan orang yang becus, bodoh, dan gak bisa lah buat mimpin. 

Untungnya aku dikomunitas yang gak salah, banyak orang yang akhirnya bilang hal - hal mungkin gak bsa ku dapatkan di organisasi yang ku dapat. Aku mikir saat aku nulis, pilah pilih ternyata memang kita manusia hanya mau di zona nyaman, tapi ketika ditantang untuk pilihan lain rasa - rasanya merasa gak mampu dan minder. 

Seperti temen ku bilang mungkin cara Allah buat aku belajar dan proses keluar dari zona nyaman ku da gali potensi ku, aku paham bahwa memang berat harus mengendarai atau memimpin suatu acara. Mungkin memang ini buka aku, tapi jika memang jalannya entah mengapa Tuhan sudah mempersiapkan mental ku dengan baik.

Pilah pilih memang gak salah, tapi ketika pilihan itu bukan dari bagian rencana Mu. Pasrah keoada Tuhan dan berjuanglah semaksimal mungkin, orang tau ketulusan mu dan usaha mu.