Rabu, 02 April 2025

JUAL


Kenapa yudas menjual yesus? Pada dasarnya Yudas tidak berniat menukar Yesus dengan sebuah uang. Walaupun ia sangat suka dengan harta, tapi yang paling utama Yudas memberikan gurunya karena rasa ketakutannya.

Rasa takut sering sekali kita hadapi, membuat kita gak sadar bahwa hal ini bisa menkoyakan iman. Hal ini bukan hanya terjadi pada Yudas tapi juga kepada Yesus saat ia di taman getsemani. Tapi bedanya, Yesus menyerahkan kembali segala ketakutan yang ia hadapi kepada Allah. Sedangkan Yudas bergumul sendiri, pada akhirnya keputusan ia ambil atas pemikiran dan perasaaan yang salah.

Aku dan teman muda juga pasti merasa takut, kecendrungan kita adalah overthinking atau bergumul dengan pikiran kita. Membuat kita lupa untuk menyerahkan diri kepada Allah seperti Yesus. Kebanyakan kita juga condong seperti Yudas yang menjual Yesus dengan mengikuti keegoisan kita.

Menjual Yesus bukan berarti menjual agama dengan mengikuti agama lain, menurut ku ini konteksnya udah berbeda. Arti kata menjual adalah supaya kita mendapat kepuasan atau kesenangan pribadi. 

Misal Tuhan meminta minta untuk berdoa, atau melalui jalan yang kita gak suka. Tapi malah kita memilih untuk clubing, atau hal²  yang sifatnya menyenangkan pribadi.

Bukan berarti healing dan istirahat itu gak perlu ya, tapi dalam istirahat dan kesenangan yang kita lalui jangan lupa untuk selalu menyertakan dan mengingat dia. Serta belas kasih kepada yang gak berkekurangan, dan setidaknya bersyukur.

Makanya saat terakhir Yudas tetap menyimpan uang itu sendiri untuk dirinya dan tidak membagikan kepada yang miskin atau yang lainnya. Akhirnya ia tetap menyimpan rasa bersalah itu sendirian, makanya ia akhirnya gantung diri.

Sedangkan petrus walaupun dia juga menjual Tuhan dengan tidak mengakui gurunya. Tapi dia tidak menyimpan sendiri, ia mengungkapkan itu kepada Allah dan mengingat Yesus.

Menjual Tuhan memang udah jadi bagian manusia, ketika kita melakukan apakah Tuhan marah, tentu. Tapi dia selalu memaafkan kita, dengan menjual kita harus menyerahkan kembali kepada Allah atas kebahagiaan kita yang mungkin itu salah. Biar Allah ubah, menjadi berkat untuk kita kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar