Sountrack ini banyak dipakai oleh anak- anak skena sekarang, walaupun banyak yang kurang related dengan lagu ini karena mungkin jauh dari orang tua atau gak punya hubungan baik dikehidupannya. Makanya kebanyakan, lagu ini sebaga bentuk self love atau afirmasi kepada diri sendiri.
Berkaca dari sisi rohani, sebenarnya lagu ini juga bisa point of view (POV) dari Sang Sahabat (Tuhan) kepada kita. Kok bisa kepikiran begitu? Karena pada dasarnya kita punya orang tua yaitu bapa (Allah). Yesus sendiri, juga bukan hanya menyebut kita teman tapi juga anak dan DIA menginjikan memanggil Allah itu Bapa. Doa Bapa Kami, adalah salah satu bukti Yesus mengajarkan menyebut sang pencipta dengan Bapa.
Diharapkan relasi kita dengan Tuhan, bukan lagi tuan dengan hamba melainkan anak dengan orang tua. Sehingga lagu nina bisa afirmasi Tuhan kepada kita, sebagai sisi seorang anak.
Bait reff menjadi, POV favorite aku jika dilihat jika Tuhan yang bilang seperti ini kepada kita:
Aku tahu kamu hebat
Namun, s'lamanya diriku pasti berkutat'Tuk s'lalu jauhkanmu dari dunia yang jahatIni sumpahku padamu 'tuk biarkanmu
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmuJadi lebih baik dibanding diriku'Tuk sementara kita tertawakan berbagai halYang lucu dan lara selepas-lepasnya
Saat dewasa kau 'kan mengertiKar'na kelak kau 'kan tersakitiSaat dewasa kau 'kan mengertiKar'na kelak kau 'kan tersakiti (feast - nina)
Jika kita lihat DIA percaya kita sebagai anak yang hebat, tapi selalu percayakan Yesus untuk terlibat dalam hidup mu menjauhkan dari dunia yang jahat (penuh godaan). Yesus juga membebaskan kita buat mencari panggilan hidup, walaupun dalam prosesnya kita akan tersakiti.
Lagu ini selalu berputar dikepala ku, awalnya aku gak mengerti kok bisa kepikiran pengen masukin ke story ig dan degan background yesus membuka tangan. Seketika keinginan hati ini menulis, yup ku tuliskan apa yang Sahabat kita mau sampaikan. Cinta, kasih dan rahmat-Nya selalu ada di setiap momen jika kamu menyelaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar