Gimana bisa percaya? Toh itu cuman hosti yang dipindahkan ke monstran? Percayalah, karena sudah banyak kesaksian orang suci tentang dasyatnya kekuatan Sakramen Mahakudus dan Ekaristi.
Aku hanya awam di sini, merasakan sungguh- sungguh kehadiran dan kekuatan Allah yang hadir dalam Ekaristi. Bagaimana saya bisa tau itu dari Allah? Tentunya pengalaman dalam menjalankan hidup yang jauh berbeda, sebuah keputusan besar untuk lebih mencintai ekaristi membuat jauh lebih ikhlas dan bersyukur.
Pada saat Sakramen Maha Kudus itu jalan, sungguh Dia hadir menyapa mu. Berkeliling sebagai seorang raja, yang menaruh belas kasihnya. Apa yang dia harapkan Allah dari kita saat itu? Cuman satu "inilah Anak yang Aku kasihi dengarkanlah Dia" pasti familiar dengan kalimat ini, yup pembaptisan Yesus.
Allah meminta kita untuk sungguh mendengar Yesus / Roh Kudus dalam kehidupan kita sehari- hari, jadi bukan cumn kita egois maunya didengarkan tapi luangkan waktu juga untuk mendengarkan.
Cahaya yang keluar dari Sakramen Mahakudus, menembus kepada tiap - tiap kita tanpa terkecuali. Bagaimana itu bisa terjadi? Aku sulit menjelaskan, sperti cahaya penuh berkat dan air yang siap untuk meberi berkat serta membersihkan kita.
Kok pada akhirnya kenapa aku share hal ini di blog? Karena aku gak mau cuman merasakan sendiri sukacita dan kedamaian dengan Allah. Ku harap teman pembaca juga mulai menyadari Cinta Tuhan lewat Ekaristi, seperti beato carlo acutis bilang bahwa "Ekaristi adalah Jalan Tol masuk surga".
Aku mempripsipkan, bahwa ekaristi tidak hanya sebagai jalan tol masuk surga tapi juga kunci ketenangan, kebahagiaan, dll untuk kita di dunia. Jauhkan pemikiran seperti, ahh hostinya melempem, tengik, dll. Tapi sungguh bagimana Tubuh dan Darah itu meresap masuk menyatu dengan diri kita jadi bukan cuman jiwa kita yang terpenuhi bertemu degan Yesus tapi tubuh kita juga bersatu dengan Allah.
Aku menulis ini, jadi seketika sudah tak ada di dunia. Setidaknya, banyak teman- teman bisa merasakan juga kasih sayang sahabat yang gak pernah lupain kamu seujung rambutpun. Dia jauh lebih kenal kamu sebelum ada di dunia, bukan aku dan orang lain. Pada akhirnya teman percaya atau gak tentang dhasyatnya Ekaristi, itu balik lagi ke personal apakah sungguh Kamu hadir misa untuk merayakan syukur serta cinta Tuhan atau kewajiban semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar