Sabtu, 26 Oktober 2024

TANGAN MUNGIL

    (Foto by : pexels_Lisa Fotios)

Teman - teman tau gak seberapa kecil tangan bayik?

Lebih kecil dari ukuran biji buah bukan? Lalu apa yang bisa dilakukan dari tangan itu? Belum bisa apa- apa masih bergantung dan membutuhkan sang Ibu.

Begitu pula sang tangan mungil yang ada di Palungan, masih kecil lemah, dan belum bisa melakukan banyak mujizat. 

Tapi kehadirannya, bisa membawa kabar untuk menegah bawah (para gembala) sampai orang pintar dan berada ( 3 raja dari timur) datang menyembah dia. Kehadiran kecil, namun menjadi berkat banyak orang.

Kita pun sebagai pengikut jejak Sang Sahabat, bisa seperti bayik itu. Meskipun kita kecil dimata manusia, teruslah menjadi pembawa kabar bahagia dan dampak bagi sekitar bukan hanya menengah atas tapi juga ke bawah.

Sang Sahabat mengajari kita bahwa pemimpin hadir, bukan dari zona nyaman tapi ketidaknyamanan. Seprti dia hadir dari kadang domba, bukan RS atau bidan. 

Maria dan Yusuf, setelah kunjungan harus lari ke mesir demi menyelamatkan anaknya. Teman - teman bayangkan baru brojol, trs suruh kabur lari bawa bayi mungil ke mesir buat ngumpet. Seberapa susah dulu sahabat kita bertahan hidup, apalagi jaraknya dulu cukup jauh.

Sang Kristus, gak memaksa seperti dia hidup susah. Tapi belajar untuk keluar dari zona nyaman, tetap berusaha menghadirkan kebahagiaan gimana pun situasinya.

Mulailah dengan senyuman, kadang pelit banget nih kita buat senyum. Padahal, Allah mau kita jg berbagi hal itu untuk sekeliling kita. Dengan kita berbagi senyuman, orang lain jadi senang dengan kebahgiaan kita.

Kadang kita suka acuh tak acuh apalagi dengan orang yg kastanya atau pendidikan lebih rendah bahkan musuh, padahal Allah sungguh-sungguh mau kita seperti dia menyapa siapapun bahkan terendah sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar