Keraguan ini sepertinya akan timbul seiring dengan bertambahnya usia kedewasaan iman seseorang, semakin kau dekat dan kenal Tuhan maka semakin besar pula anginnya. Ternyata konsep soal memgkorek - korek itu sangat tepat, untuk memperbarui hati kita.
Tapi bagaimana caranya menghadapi keraguan?, padahal Tuhan bilang jangan takut dan ragu melangkah sebab ada aku di sisi mu. Semakin sadar atas ketidaklayakan maka semakin besar juga keraguan atas karya besar Allah yang mau dia tunjukan lewat kita kepada sesama.
Ketidakyakinan atas kemampuan sendiri ini menurutku hal yang wajar, karena Yesus sendiri juga pernah tidak yakin dan ragu dengan kemampuannya. "Ibu waktu ku belum tiba" adalah kata - kata Yesus kecil saat di perningkahan di kana, dimana dia didorong melakukan mujizat oleh ibu maria tapi dia merasa belum saat dan tiba waktunya buat ngelakuin.
Lalu apakah Yesus berhenti melangkah? Tentu gak. Dia tetap melakukan mujizat itu, bahkan sangat amat sempurna. Aku mempelajari bahwa keraguan, kecemasan, ketakutan atas diri kita membuat pembatas untuk karya besar Allah. Padahal bisa saja memang kitalah yang dipilih dari jutaan orang, untuk orang melihat kasih Allah secara jelas.
Masa lalu dan apa yang kita lakukan memang gelap dulunya, tapi apakah dari sekian banyak murid Yesus adalah orang yang sempurna? Tidak. Mereka juga awalnya ragu, takut, cemas dan tidak yakin atas diri mereka tanpa Yesus.
Walau awal kabur, seperti kita yang selalu lari dari panggilan da karya besar Allah. Akhirnya, Dia pasti menangkap juga. Walau kita menangis dan bertanya "kenapa aku ya?", tapi Tuhan tetap sabar buat nenangin dan yakinin kita lagi.
Memang kita memiliki kekurangan dan masa lalu yang gelap, tapi kalau memang kamu orangnya untuk melakukan karya- karya Allah maka lakukanlah. Allah tidak melihat cacat atas dirimu, tapi dia melihat bagaimana hati dan semangat mu.
Ketidakyakinan tidak bisa kita tutupi dengan apapun, tapi bisa kita tambahkan atau satukan dengan kekuatan Yesus Kristus sendiri. Pada akhirnya biar Dialah yang menyempurnakan, kita tugasnya? Terus belajar. Kamu tau punya ketebatasan dan kekurangan, inilah yang harus kamu mau benahi dan belajar lagi.
Berpasrah dan menyerahkan kekuatan ke Tuhan boleh, tapi tetap jangan kosongkan hati, pikiran dan iman mu. Dengan kamu mengisi, maka kamu bisa memberikan banyak kepada orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar